Friday, August 11, 2017

SuperMom harus punya Kekuatan Super?



Dear Mommies...

Jagad sosial media kadang kala menjadi momok yang menyeramkan, khususnya bagi Moms yang baperan... iya ga sich?

Fenomena Moms war ala sosial media semakin hari semakin menjadi, sering kali bikin mengelus dada.



Mungkin hanya Mommies yang merasakan kegaduhan ini yaa...atau justru malah kita ikut meramaikan dunia persilatan lidah via virtual (((virtual))) hahaha. Padahal kalo ditanya ke bapak-bapak, mana ada yang peduli. (Ya iya laah..)

Memang sejak jaman nenek moyang mungkin saja sudah sering terjadi, tapi di era digital dimana ketukan jari lebih cepat dari hati dan pikiran, tak ayal pertempuran antar Mommies semakin berasa seperti dentuman bak saling lempar granat.

*okay yang ini boleh bilang saya lebay*😂



Contoh saja di timeline Facebook,  Path, cuitan twitter, bermacam-macam Postingan The Mommies tentang (ini list berdasarkan pengamatan saya yaa...)
Caesarian vs Pervaginam, 
ASI vs Sufor, 
IRT vs Ibu berkarir,
memasak vs catering, 
belanja di pasar vs belanja di tukang sayur, 
mesin cuci vs cuci tangan,
naik angkutan umum vs kendaraan pribadi,
homeschooling vs sekolah formal,
Sekolah formal vs pesantren,
full terima gaji suami vs terima jatah harian
vaksin vs antivaksin 
sampai bumbu instant vs bumbu asli.  

Subhanallah😭 ramai sekali.

Mungkin Moms punya tambahan lainnya?


Diiringi oleh komentar-komentar cheerleader yang pedas-pedas, bahkan jika kita baru bangun tidur, mata langsung terasa pedih😂


Tak heran setelah memasuki dunia media sosial, seolah-olah energi kita habis terserap, lalu seakan kita menjadi zombie hehehe.

Sehingga terkadang berselancar didunia maya bukan bahagia yang didapat, justru makin kesal, iri, dengki dan mudah mengamuk. Terutama setelah membaca komentar cyber bullying, semakin membuat kepala pusing.


Jadi...

Apakah menjadi SuperMom, Moms yang super harus bisa begini, begitu?

Apakah harus kuat mendorong mobil, harus kuat mengangkat galon air, harus kuat memasak sambil mengendong anak, dll?

Apakah menjadi SuperMom harus punya kekuatan super?



Bagi saya pribadi... menjadi SuperMom bukan tentang cara melahirkan, status pekerjaan, hingga hal-hal kecil yang selalu menjadi perdebatan.

Karena setiap rumah tangga selalu ada permasalahan sendiri, tingkat kekuatan seorang Ibu berbeda-beda. Tak bisa disamakan, tak bisa dibandingkan.

Anak kita saja tidak boleh sering dibanding-bandingkan, apalagi kita yang nota bene berbeda kehidupan dengan orang lain.



Sejak menikah pandangan saya tentang SuperMom berubah. Berinteraksi dengan banyak orang membuat saya akhirnya berpikir, bahwa semua Ibu adalah SuperMom!



Semua Ibu adalah SuperMom!


Yaaa! Menjadi SuperMom  harus punya kekuatan super,  beberapa hal ini dimiliki setiap hari secara konsisten, walaupun rasanya berat sesekali.

Banyak sekali panutan SuperMom disekitar kita, yang bisa kita contoh sebagai panutan lhoh Moms! Mereka bisa saja yang mungkin belum terpapar social media, justru mempunyai sifat-sifat adorable. Atau justru Mommies kekinian yang addicted social media, tapi selalu memberikan semangat positif bagi sesama.

Ibu kandung kita, ibu mertua, atau teman-teman di sekolah, tetangga, pengajian, komunitas menulis-memasak-atau apalah..banyak sifat dan sikap yang bisa kita anut dan menjadi role model untuk kita menatap perjalanan ke masa depan.


Super Power yang dimiliki SuperMom:

Percaya diri

SuperMom harus memiliki rasa percaya diri. Ibu yang pede, akan membuat seluruh keluarga bersemangat.

Buang jauh-jauh rasa minder. Rasa tidak percaya diri yang berkepanjangan bisa menimbulkan stress dan depresi.

Percaya diri yang  berlebihan hingga menjadi sombong dan gemar meremehkan Moms lainnya juga tidak baik ya hehehe.



Bahagia dan ceria

Perasaan bahagia akan mendamaikan keadaan rumah. Anak dan pasangan akan menjadi nyaman bila Moms bahagia.

Menciptakan perasaan bahagia, tentu setiap orang berbeda bukan?

Dengan bersyukur dan menjalani kehidupan sesuai kemampuan, bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan Moms. Atau menggunakan me time  untuk menyalurkan hobi bermanfaat dapat melepaskan kejenuhan karena rutinitas.




Optimis 

Terbayangkan jika Moms menjadi seorang ibu yang optimis?

Semua orang pasti mempunyai Ibu yang  optimis Moms, meskipun kadarnya berbeda-beda. Karena Ibu yang optimis mampu membuat anak dan pasangan menjadi percaya diri dan tidak takut mengalami kegagalan.

Ibu yang optimis lebih mudah berteman dengan banyak orang juga khan Moms?




Positive thinking  

Ibu yang selalu berpikiran positif akan membuat anak dan pasangan menjadi tenang ya Moms.

Orang disekeliling juga akan bahagia dan nyaman, serta memiliki banyak teman. Selain itu dengan berpikiran positif, akan mengurangi stress dan hati menjadi tentram.

Baca juga: blog Melani tentang Mama Super

Komunikatif

Kadang kala komunikatif atau pandai berkomunikasi identik dengan sifat extrovert, padahal Moms yang mempunyai sifat introvert dan ambivert juga mampu lhoh.

Dengan menciptakan suasana yang komunikatif, bisa membuat seluruh anggota keluarga nyaman dan tak sungkan bercerita. Ibu yang komunikatif akan dapat membuat anak dan pasangan merasa bahagia di rumah Moms.




Motivator Handal

Ibu adalah motivator handal bagi anak dan pasangan.  Kalimat motivasi dari seorang Ibu, percayalah akan diingat anak hingga hari tuanya nanti.

Saat anak merasa sedih dan gagal, Moms selalu hadir untuk menyemangati. Saat pasangan merasa jenuh dengan pekerjaan, Moms memberikan siraman kata-kata yang menyejukan.

Selain menjadi motivator, Ibu juga selalu menjadi sumber inspirasi dan penyuplai kata-kata positif.





Selalu ada waktu Quality Time

Menyempatkan quality time adalah kekuatan super yang dimiliki seorang Ibu. Ditengah aktifitas yang padat, Ibu selalu mempunyai waktu untuk bermain, mengurus pelajaran, hingga perkembangan emosi sosial anak.



Senantiasa Mau Belajar

SuperMom akan senantiasa ingin mempelajari hal yang baru maupun peningkatan kemampuan diri. Terutama tentang perkembangan parenting, situasi diluar sana yang akan mempengaruhi sifat dan sikap anak.

Seorang Ibu tidak akan hanya diam dan tidak berbuat apa-apa untuk kebaikan anaknya.





Tangguh

Seorang Ibu akan selalu menjadi seorang Ibu yang tangguh. Itu pasti!
Selemah apapun wanita, pasti akan menjadi tangguh dan mandiri saat menjadi Ibu...iya khan Moms?

Dengan berkembangnya era tekhnologi yang pesat, Ibu pasti berjuang memproteksi anak sedemikian rupa tanpa mengekang anak.







Tetaplah berbahagia Moms, karena di rumah maupun bekerja...
Selalu ada doa yang selalu Ibu ucapkan untuk anak-anaknya, 
ada perjuangan dan pengorbanan Ibu untuk keluarganya.






Happy blogging, let's share happiness♥


Baca juga #ArisanLinkEmakBlogger:
Cara Menanamkan Cinta Tanah Air pada Anak


28 comments:

  1. Sukaa!!..SuperMom with all her super power and struggle!..Every mom has her own battle! Jadi kita musti hargai. Nggak perlu sindir-sindiran, ejek-ejekan apalagi perang. Mendingan rapatkan barisan...Untuk terus memperbaiki diri aga jadi Mama terbaik untuk sekolah pertama anak-anak kita. Keren ulasannya Mbak...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Quotesnya keren tuch Mbak Dian "SuperMom with all her super power and struggle" hehehe..terima kasih :)

      Delete
  2. Inspiatif sekali untuk para calon ibu khususnya.

    Saya udah follow blog mba, hehe follow balik dong kwkkw NEwbie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik..calon ibu :D
      Okay sudah saya follback ya

      Delete
  3. Syukaaa banget sama artikel ini. Apalagi di jaman sosmed begini, hmmmm... Perang emak-emak di sosmed kadang lebih pedes daripada cabe rawit *enggak ding, tetep pedes cabe rawit* hihihi

    Pokoknya kalo kepala kita gak adem, bisa ikutan arus dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..cabe rawit!
      iya mbak Dila, kalo udah sahut-sahutan bikin merinding :D

      Delete
  4. Keren mom! Tulisannya selalu inspiratif 👍

    ReplyDelete
  5. Sukaaaa...setiap emak punya cerita yang tak bisa disamakan dengan yang lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena setiap orang berbeda yaa Mbak Khipti 😍

      Delete
  6. Setuju mbak. Paling gerah ketemu sama war-war kyk beginian. Semua ibu ya ibu, apa pun prosesnya. Tfs mba. Nice article

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Mbak Merida udah mampir kesini😘

      Delete
  7. pencerahannya kereen ... pelajaran baru :)

    ReplyDelete
  8. setiap ibu adalah super mom :-), yang penting harus selalu bahagia dalam mendidik anak-anak

    ReplyDelete
  9. Setuju banget :)
    Every mama is a super mama. Suka euy tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Mbak Zulaehaaa..thanks udah mampir ya

      Delete
  10. I agree with u Mbak Dira^^ Super Mom itu menurut saya bisa menahan diri, bijaksana dan berbahagia^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari berbahagiaaa SuperMom Mbak Sandra 😍

      Delete
  11. Yes. Every mom is a super mom, meski mau ngga mau I'm taking side in vaks vs antivaks. Huhu, itu aja soalnya yang saya masih ngga bisa memahami kok pada ngga mau vaksin *maapcurcol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nich ramai banget tiap ada pekan imunisasi ini war nya yaa.. Semoga buah hati terhindar dari penyakit berbahaya..thanks udah mampir

      Delete
  12. Setuju bunda. Hah lelahnya kita klo ikut2an jg baper ama perang di dunia persilatan sana. Mending kita fokus aja mendidik diri bagaimana mnjdi ibu yg baik utk anak2 kita dan bagaimana mendidik anak2 kita menjadi orang yang mampu membawa kebaikan pula utk diri dan orang lain jg

    ReplyDelete
  13. hahaha, momwar emang sesuatu sih di efbi saya. Jujur saya punya teman yg antivaks, ada juga yang provaks.
    Mereka gak saling kenal, tapi saya kenal mereka dan paham alasan2 dibaliknya. Nggak pengen ngeributin juga.
    Ada yg anti micin dan yang doyan micin, nggak apa sih. Masing2 juga punya alasan. Yang penting saya diundang pas makan.
    Sebenarnya sama sih, di kampung saya juga suka gitu dan saya sering menyimak aja, bukan persoalan cari aman.
    Cuma mau memahami dari dua sisi aja.

    ReplyDelete
  14. bener mom...karena setiap ibu adalah super mom u dirinya dan keluarganya

    ReplyDelete
  15. Aku suka banget yang bagian selalu belajar. Melahirkan memang membuat kita menjadi ibu, tapi ga otomatis lantas membuat kita pintar dan ngerti semua hal per-ibu-an ini yaaaaakkk :) ayooo supermoom, semangat belajaar teruuusss!!! ^^

    ReplyDelete
  16. Semoga bayak ibu2 yang semakin sadar setelah baca tulisan ini :)

    ReplyDelete
  17. Bener banget nih.. supermom itu ada di semua wanita, semua ibu, tdk perlu dibandingkan, karena mereka sudah memiliki tingkat kesulitannya sendiri, tinggal optimis dan jangan lupa bahagia ya.. nice artikel😘 follback ya say😉

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES