Monday, October 9, 2017

Lifestyle Blogger

Dear readers...

Apa kabar? Semoga masih semangat nge-blog yaa๐Ÿ˜Š


Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang dunia per-blogger-an nich.

Gara-gara diskusi dengan teman-teman blogger saat ketemu di salah satu event, akhirnya kepikiran untuk menulis postingan tentang "lifestyle blogger".

Awal mulai mengapa saya mulai aktif kembali menulis, alasannya karena cuti bekerja dalam waktu panjang menyebabkan saya mati gaya *bah*.





Yang biasanya kesana kemari, presentasi, membuat diktat, mengerjakan penelitian, mengikuti seminar, meeting, dll akhirnya "hanya di rumah saja". Meskipun harus saya akui, sama lelahnya, namun ada rasa bahagia karena bisa mengurus buah hati saya dengan lebih maksimal daripada sebelumnya.

Rupanya begitu banyak energi yang perlu saya salurkan akibat terbiasa bergerak dan berpikir, serta bertemu banyak orang.


Apakah saya mengalami post power syndrome? *hahaha..lebay*

Tentu saja merubah kebiasaan tak pernah mudah diawal, saya perlu waktu cukup lama untuk bisa beradaptasi. Ternyata menjadi housewife itu tak perlu desperate (macam judul film yang berseri-seri itu).

Being a stay at home Mom is a blessing

Saya akhirnya bisa merasakan menjadi keduanya, working mom dan stay at home mom. Sama enaknya!
Saya lebih bisa mendalami profesi keduanya, yang sungguh mulia sebagai seorang ibu.

Oke... Itu tadi pembukanya (panjang amat yaa hahaha).


Pexels.com


Lalu mengapa memilih menjadi lifestyle blogger?

 Lifestyle Blogger berarti blogger yang mengulas tentang gaya hidup. Berbagai macam ide dapat tertuang di blog, tidak fokus seperti blog ber-niche.

Lifestyle Blogger lebih random, abstrak, dan tak terdefinisi *hahaha...itu saya banget*.




Pexels.com



Jenis tulisannya tidak terikat, tidak seperti blog ber-niche yang khusus membahas topik tertentu.

Ingin jadi Travel Blogger, jarang jalan-jalan.
Ingin jadi Beauty Blogger, punya kulit sensitif dan tidak terlalu mengerti tentang dunia per-kosmetik-an.
Ingin jadi Foodie Blogger, sering pesan nasi goreng sama masakan padang aja.
Ingin jadi Fashion Blogger, kok yaa ga terlalu stylish, capek duit dan hati ngikutin trend fashion.
hahaha.. begitulah, kurang spesialisasi di bidang tertentu.

Jadi pikir-pikir lagi kalau mau ternak blog, takutnya malah lama kosong di blog yang lain.

Setelah memutuskan untuk menekuni dunia lifestyle blogger, kemudian saya belajar untuk mendalami cara berinteraksi dengan komunitas blogger, mengikuti berbagai arisan back link, belajar tentang SEO-backlink-DA/PA, hingga mengganti blog gratisan saya dengan TLD.





Keputusan untuk menjadi blogger professional mulai saya pikirkan masak-masak. Termasuk belajar menulis artikel dan job review.

Saya mulai mengikuti bermacam-macam training tentang optimasi blog, baik online maupun offline. Dampaknya cukup besar, saya semakin pede menulis, dan mulai menerima beberapa job review.



Pexels.com





Me-monetize blog bukan tujuan utama saya, karena banyak blogger yang akhirnya jenuh dengan berbagai deadline sponsored post dan job review lainnya. Bagi saya saat ini blog adalah sarana mengalihkan energi negatif yang ada dalam diri saya.


Banyak cara mengalihkan energi negatif seperti sedih, kesal, marah, dan lelah. Saya melakukannya dengan menulis, bukan menulis untuk menyebarkan kebencian yaa.

Saya suka berbagi inspirasi, pengalaman parenting, hingga edukasi, dan berbagai pengalaman lainnya. Berharap dapat memberikan manfaat bagi readers yang membaca blog saya.


Dengan menulis tentang pengalaman positif, dan tips tarik di kehidupan sehari-hari, ternyata mampu menekan energi negatif tadi. Saya menamainya "writing is my self healing"๐Ÿ˜…



Lifestyle Blogger memiliki banyak kategori untuk tulisan, mulai dari kuliner, tekhnologi, traveling, parenting, fashion, dekorasi, DIY, tips dan trik. Duh macam macam, istilahnya macam gado-gado semua ada hehehe.  Hari ini posting tentang parenting, besok bisa aja posting tentang tekhnologi, traveling, DIY, tergantung mood dan munculnya ide.


Jika blog ber-niche sudah memiliki segmen pasar khusus, bukan berarti lifestyle blog tidak punya ya. Semua pasti ada segmen pasarnya, buktinya begitu banyak brand yang sangat suka "menyewa" jasa lifestyle Blogger. Mulai dari brand susu bayi, sampai tekhnologi, semuanya hampir selalu menggunakan jasa lifestyle blogger.

Menurut kultwit dari Kumpulan Emak Blogger #KEB (saya, murid yang baik...harus ditulis nich sumbernya๐Ÿ˜‚), keuntungan Lifestyle blog memang berpeluang utk menjaring banyak karakter pembaca.


Tapi, tanpa spesifikasi khusus, maka unique pageview dan returning visitor dari lifestyle blog akan sedikit, karena bahasannya yang terlalu luas.


Nah... Bagi teman-teman blogger pemula, jika ingin memilih menjadi lifestyle blogger. Mulailah menulis dari sekarang. Tulis apa saja yang bermanfaat dan memberikan solusi bagi orang lain.



Bila ingin mulai menulis, selami hobby, atau ketertarikan dari suatu bidang yang dikuasai. Sehingga saat dituangkan ke dalam blog, teman-teman sudah memiliki "passion", akibanya tidak akan mudah bosan.

Okay...sedikit sharing yaa mengenai lifestyle blogger, semoga artikel saya ini bermanfaat bagi readers.



Happy sharing and happy blogging♥


36 comments:

  1. Mba, kenapa bisa samaan banget ini. Hihihi.... 1.saya juga lifestyle blog karena isinya gado2 pake banget 2.writing is my healing

    Sepertinya kita punya telepati nih mba

    ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  2. Sama mbak. Saya memang pecinta gado-gado. Pengen misahin, tapi apa iya keurus semua nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya daripada terbengkalai, mending satu tapi maksimal Mbak Lidha :)

      Delete
  3. Sama mbaaak... Mau khusus di salah satu niche tapi wawasan saya mah segitu-gitu doang. Ga update-update dong ntar blognya hahaha. Yang penting mah bisa nulis uneg-uneg di kepala aja udah seneng saya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lifestyle blog lebih lompat kesana kemari ya Mbak Ayu๐Ÿ˜‚

      Delete
  4. aku malah gak ngerti mbak ngeblog begituan. Duh, aku gaptek banget yak ๐Ÿ˜“

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi nanti juga jago kok Mbak Irni๐Ÿ˜Š

      Delete
  5. Saya suka nulis apa aja dan gak pengen mengkotak-kotakkan tulisan saya hanya untuk tema tertentu. Makanya saya pilih jadi lifestyle blogger aja ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Kak Ery..saya gak jago spesialisasi

      Delete
  6. Saya milih lifestyle karena punya banyak minat mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa aja bisa dibahas ya Mbak Ety๐Ÿ˜Š

      Delete
  7. Sama banget mbak... Toss lah kalau begitu... Lifestyle blogger karena bahasannya lebih umum... :)

    ReplyDelete
  8. Menurutku lifestyle blogger juga punya karakter kok...yaitu penulisnya itu sendiri, harus kuat karakternya terlihat. Nice sharing mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Fib, kadang kita buka blog, langsung tahu oh ini penulisnya pasti dia, gitu yaa๐Ÿ˜

      Delete
  9. Sama mbak, saya milih lifestyle blogger karena isi blog saya nano-nano.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ramai rasanya Mbak Larasati ๐Ÿ˜

      Delete
  10. Ide berseliweran di mana-mana. Rasanya kalau nulis satu niche aja kok malah kaku rasanya. Ini bagiku ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kejadian sehari-hari gak habis-habis jadi ide๐Ÿ˜…

      Delete
  11. Karena saya suka makan gado-gado maka blognya pun gado-gado juga..hahaha

    Setuju, writing is for self healing...:)

    ReplyDelete
  12. Sama, aku pun jadinya memilih lifestyle sebagai niche blog, abisnya dandan jarang, jalan-jalan apalagi. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga kurang spesialisasi di kedua bidang itu Mbak Ata

      Delete
  13. aku juga suka lifestile karena suka nulis random dan angin anginan haha

    ReplyDelete
  14. Hehehe.. Toss ah alasan pilih jadi Lifestyle blogger ๐Ÿค—

    ReplyDelete
  15. Wah...I love your writing mbak Dita :)
    Saya sendiri pertama kali ngeblog langsung dengan niche khusus karena memang tujuan utamanya untuk bisnis online. Barusan aja punya personal blog, itupun topiknya terbatas, hanya seputar blogging, bisnis online, relationships, pengembangan diri dan tentang traveling khususnya tentang Finlandia.
    Eniwei, salam kenal yach mbak Dira :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya selalu baca blog Kak Esther buat panduan nulis lhoh, thank you sudah mampir ya Kak. Salam kenal semoga bisa ketemu di Finlandia suatu hari nanti ya Kak.

      Delete
  16. konten saya juga random, lebih ke lifestyle dan syukurnya masih bisa masuk ke segmen.

    ReplyDelete
  17. Hahahaa.. Tulisannya makjleb banget, Mbak. Ya sama denganku, terutama yg urusan kuliner ujung-ujungnya cuma nasgor dan nasi padang. Sampai traveling jauh pun makannya nasi padang ๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ซ

    Terus urusan make up, boro-boro bangetlaah, pakai lipstik aja sering menghapusnya dengan beberapa tisue

    ReplyDelete
  18. saya pun pilih gado-gado Mba karena pengen menuliskan semua yang saya pikirkan dan rasakan :)

    ReplyDelete
  19. Aku pun juga nulisnya gado-gado mbak, jadinya niche yang pas pun lifestyle hihi ^^

    ReplyDelete
  20. Aku lagi semedi banget, Mbak. Mau bikin yg ber-niche. Kayaknya butuh 1 lagi deh. Tapi updatenya itu yang bikin maju mundur.

    ReplyDelete
  21. Suka banget dengan kata-kata "mengalihkan energi negatif". Beneran deh, itu aku bangeeeeet
    Dengan mulai nulis tuh, aku tuh bisa menghalau energi negatif yang kadang datang dari luar. Enyaaah jauh. Bawaannya jadi lebih semangat terus

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES