Tuesday, November 21, 2017

5 Things I Hate About Myself



Hello Readers..
I'm back again, totally I get messed  up this weekend. 

So, saat ngobrol dengan rekan blogger Surabaya akhirnya kami sepakat membuat postingan ini.

Kolaborasi keroyokan dengan blogger Surabaya ini bertema 5 hal yang dibenci dari diri sendiri.  Hahaha, WARNING!  Artikel ini curcol banget! Oh iya ini link blogger Surabaya yang lain yaa:

Tata menulis tentang 5 Sifat Yang Aku Miliki Ini Tak Sepenuhnya Merugikanku





Oke... Saya coba jawab tantangan kolaborasi kali ini,  sambil mengingat-ngingat kira-kira 5 hal apa yang paling tidak saya sukai dari diri sendiri.  (Halah.. Sebenarnya kalau di list mah banyak banget,  berhubung cuman lima,  dicari yang paling kebangetan).

Berikut ini lima hal yang saya benci dari diri  sendiri.           Dan cara saya mengatasinya


1. Miss Perfeksionis 

Hellow...
Ngeri banget punya sifat yang satu ini ya,  apa-apa pengennya sempurna.  Kalau gak pas sesuai standar yang diinginkan, saya akan mudah kesal. 

 Ini sifat yang enggak banget saat dikejar deadline dan sering kejadian waktu kuliah dan kerja. Biasanya yang sudah kenal saya akan maklum dan berkomentar "Udah,  gak usah perfek kali!".

Untuk urusan fashion, saya juga sangat care soal warna dan matchingnya hijab, pakaian dan sepatu,  heleuh rieweuh banget. Pokoknya anti kusut, harus macthing,  dan harus bersih. 
Sifat ini senada dengan suami yang sangat peduli dengan penampilan,  jadi saling komen lah sebelum berangkat kerja๐Ÿ˜‚.
Kadang kalau dirasa kurang cocok. saya bisa mengganti baju dan hijab yang sudah dipakai dengan yang lain.  *Jangan dicontoh yaa Readers! *


Cara saya mengurangi sifat perfeksionis saya sementara ini dengan menyicil pekerjaan, menyiapkan tugas-tugas lebih awal, membawa notes dan mencatat semua kerjaan, membuat schedule di stick notes dan ditempel di meja kerja.


2. Cuek dengan Sekitar

Selain perfeksionis, sifat cuek saya juga sangat mengganggu  sich kadang-kadang. Jika ada yang curhat tentang hal pribadi,  saya sangat welcome dan jika dimintai saran,  maka saya akan memberi respon. 

Tapi sifat cuek saya lebih ke hal yang berbau gosip dan membicarakan orang lain.  Saya kurang suka ikut campur urusan orang apalagi rumah tangga orang lain.. *kwkwkw... Pencitraan*

Memandang dari dua sudut pandang yang berbeda,  mungkin  itu alasan Ibu-ibu kompleks rumah jarang ngajak saya ngegosip,  karena saya super flat menanggapi gosip perumahan๐Ÿ˜‚.

Cukuplah lambe turah, lambe lamis,  dan lambe-lambean lain beredar di timeline ๐Ÿ˜….

Cara saya mengatasi kecuekan saya terhadap sekitar,  biasanya saya menanyakan kabar kerabat secara langsung atau via telpon atau chatting. 


3. Pengingat vs Pelupa

Yang kenal dekat dengan saya pasti tahu seberapa pelupanya saya.  Mulai dari naruh hp sembarangan,  lupa dimana kunci mobil dan motor,  apalagi menyimpan karcis parkir, selalu lupa. Yang terakhir dan paling parah,  lupa perpanjang SIM A dan C,  jadi lah saya penumpang setia ojek online๐Ÿ˜ข.



Nah...  Masalahnya saya justru akan ingat hal-hal yang seharusnya dilupakan. 

Saya tak pernah lupa orang yang suka membully saya saat sekolah,  kata-kata kasar yang diucapkan kepada saya,  sampai orang yang membentak-bentak saya didepan orang banyak.  Apalagi orang yang suka bicara nyinyir dan sadis tentang kehidupan saya,  saya akan selalu ingat siapa orangnya. 

Saya amat sangat mengingat orang yang menyakiti hati saya,  terutama  perkataannya hingga wajahnya saat mengucapkan kata-kata itu.  Ngeri ya?! 

Cara saya mengatasi sifat pelupa ini, biasanya saya mempunyai catatan/notes kecil, dan meletakkan barang di tempat yang sering dilewati.

 Sedangkan mengatasi sifat pengingat saya menyalurkannya dengan menulis novel,  biasanya si tokoh antagonis saya tuliskan di novel itu,  lengkap dengan kalimat yang dia utarakan hehehe. Alternatif lain untuk meredam ingatan buruk itu saya menyalurkannya dengan ngeblog yang berisi tulisan tentang manfaat di kehidupan sehari-hari.  Writing is a self healing, isn't it? 


4. Miss Shopping
Perempuan mana yang gak suka belanja?  Adaaa.. Banyak!  Saya gak termasuk ya hahaha. 

Saya termasuk yang suka beli pakaian dan hijab yang bisa digunakan sekaligus untuk jalan-jalan, setali tiga uang๐Ÿ˜….

Untuk urusan kebutuhan fashion, saya cenderung mandiri dan menggunakan dana pribadi dari gaji naupun bonus lain,  bahkan hasil ngeblog๐Ÿ˜…, rasanya lebih puas belanjanya karena tak mengganggu kebutuhan rumah tangga.



5. Suka berkhayal
Suka berkhayal adalah salah satu sifat yang saya tidak suka dari diri sendiri. Sanking banyaknya keinginan dan impian yang belum tercapai,  kadang suka berkhayal kemana-mana.

Cara saya mengatasi sifat suka berkhayal ini,  saya menceburkan diri menjadi blogger dan Penulis novel. Dengan mengikuti banyak training online dan offline,  kemampuan menulis saya lebih terarah dan bisa menekan energi suka berkhayal dan menyalurkannya di tulisan.


Okay Readers,  demikian postingan edisi curcol kali ini.  Jangan kapok yaa baca-baca postingan saya yang lain.

Happy sharing and happy blogging❤





10 comments:

  1. Wah pelupa tapi tidak bisa melupakan orang yang menyakiti. Unik ya. Jadi lebih mengenal mbak indira.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agak-agak seram yaa Mbak Tata hehehehe

      Delete
  2. Wah, keren ini tulisannya. Bisa jadi ide untuk tulisan kolab Sanneng Talksku juga nih ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  3. suka solusi poin ketiga..writing is self healing..Ingatan buruk diubah ke tulisan yang bermanfaat..Siip!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termasuk nulis blog itu healing banget yaa Mbak Dian

      Delete
  4. Collabs cuma ama dekCrayon ajakah mba?
    Aku punya artikel kaya gini nih ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Ayok Mbak Nurul, tukeran link yuuk

      Delete
  5. Toss1 Miss Shopping nya sama kayak aku mbak

    *ngeliat keranjang belanjaan di online shop* :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaaa... Saya kalo belanja online nyerah dech Mbak Nesia.. *kekepin ATM*

      Delete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES