Showing posts with label kesehatan Anak. Show all posts
Showing posts with label kesehatan Anak. Show all posts

Friday, June 29, 2018

Lindungi Buah Hati dari TBC dengan Imunisasi BCG



Vaksin bcg – Imunisasi memang sangat banyak dilakukan terhadap anak-anak dimana mereka yang baru lahir biasanya membutuhkan suntikan khusus untuk membuat daya imun mereka menjadi lebih kebal. 

Meski sekilas bayi terlihat sehat, namun pada kenyataannya mereka sebenarnya masih sangat lemah dan membutuhkan kekebalan ekstra agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Itulah mengapa imunisasi sangat dibutuhkan oleh mereka agar tubuh mereka dapat menjadi lebih kebal hingga beberapa tahun mendatang. 

Salah satu bentuk imunisasi yang dilakukan terhadap anak – anak yang masih balita ialah imunisasi BCG atau biasa disebut juga dengan istilah vaksinasi BCG. 

Sama halnya dengan namanya, imunisasi BCG ini dilakukan dengan cara pemberian vaksin BCG bayi.

Pengertian Vaksin BCG

BCG ialah singkatan dari Bacillus Calmette Guerin.

Sunday, June 11, 2017

Tips Menyusui saat Berpuasa


Dear Mommies...

Pernah mengalami dilemma ketika ingin menyusui di bulan Ramadhan?

Khawatir bayi akan kekurangan gizi?

Merasa cemas Ibu akan merasa lemas sehingga bayi tidak memperoleh gizi yang maksimal?

Atau kekhawatiran yang lainnya?

Saya juga pernah mengalaminya, kira-kira dua tahun yang lalu. Saat itu Musa masih membutuhkan ASI eksklusif. Sementara saya ingin menunaikan ibadah puasa.

Antara khawatir dan ingin maksimal memberikan ASI eksklusif, maka saya segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak, dan diminta untuk menambah wawasan dengan browsing di internet untuk menunjang keberanian hehehe.

Pada intinya saya diperbolehkan untuk tetap menyusui sekaligus berpuasa, karena bayi dan ibunya dalam keadaan sehat. Tentu dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku *lol*.

Berikut ini saya ringkas dari hasil konsultasi dan pencarian informasi dari buku-buku dan internet. Semoga dapat membantu dan bermanfaat ya Moms.



Sebaiknya pastikan Bayi dan ibu dalam keadaan sehat.
Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/perawat/bidan
Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting bagi Ibu Hamil dan Ibu menyusui. Biasanya akan dilakukan penimbangan badan bayi dan Ibu, serta akan direkomendasikan untuk berpuasa apabila kondisi Ibu dan bayi dalam keadaan segar.



Selalu niatkan berpuasa karena Allah SWT dan memohon kelancaran ibadah, serta memohon kesehatan untuk buah hati
Jangan lupa niat berpuasa karena Allah SWT semata. Dan memohon kelancaran ibadah, serta memohon kesehatan buah hati tercinta. Semoga selalu diberikan kemudahan saat beribadah. 



Selalu berpikiran positif dan bahagia
Produksi ASI saat berpuasa biasanya akan mengalami penurunan. Untuk menunjang kebutuhan nutrisi tubuh, sebaiknya selalu berusaha bahagia, hindari stress yang berlebihan, serta selalu berpikiran positif. Ibu menyusui yang bahagia, akan meningkatkan hormon oksitosin dan akan membantu memperbanyak produksi ASI.




Mengatur menu nutrisi seimbang, khususnya pada waktu-waktu tertentu
Buatlah schedule menu makanan yang teratur Moms. Selalu ingat bahwa waktu makan tetap tiga kali sehari, hanya sama jadwalnya diputar menjadi saat sahur, berbuka puasa, dan setelah sholat tarawih. Asupan nutrisi bergizi seimbang, dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.
Saat berbuka puasa sebaiknya makan hidangan pembuka berupa kurma dan makanan manis.


Memperbanyak asupan cairan dan menghindari teh/kopi yang mengandung cafein
Asupan cairan yang dibutuhkan ibu menyusui tentu lebih banyak dari wanita yang lain. Moms bisa mengkonsumsi air putih, jus buah segar, susu sapi/kedelai, yogurt, atau bahkan sari daun katuk. 
Atur jadwal minum agar lambung tidak terlalu penuh dengan cairan, karena dapat menyebabkan kembung dan mual. Porsi minum 8 gelas sehari juga baik untuk ibu menyusui.
Hindari minum kopi/teh terlalu banyak, karena kafein menyebabkan susah tidur.


Mengurangi minuman terlalu manis saat sahur agar tidak lemas
Minuman manis memang sangat menyegarkan, terutama saat berbuka puasa. Namun saat sahur sebaiknya dikurangi ya Moms, karena dapat menyebabkan lemas pada tubuh.



Sebaiknya minum suplemen pelancar ASI untuk menunjang kebutuhan nutrisi
Sekarang ini sudah banyak suplemen pelancar ASI yang beredar di pasaran.  Selama menyusui saya rajin minum susu untuk ibu menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter/perawat/bidan manis suplemen apa yang cocok bagi anda.



Jangan lupa untuk memompa ASI sebelum tidur
Produksi ASI sebelum tidur biasanya cukup banyak. Hal ini disebabkan masukan nutrisi yang dikonsumsi setelah berbuka puasa. Gunakan moment ini untuk pumping ya Moms. Jangan lupa disimpan di kulkas.



Beristirahat yang cukup dan tidak beraktifitas terlalu berat selama berpuasa
Aktifitas yang berlebihan sebaiknya dikurangi ya Moms. Jangan terlalu memforsir tenaga, ingatlah selalu buah hati kita adalah prioritas utama untuk mendapatkan ASI. 
Buatlah jadwal tidur yang cukup, sebaiknya tetap 8 jam, diatur sedemikian rupa hingga tercukupi kebutuhan istirahat anda.



Tetap lakukan bounding dengan bayi, sambil mengajaknya bermain akan membantu stimulasi perkembangannya.
Buah hati adalah amanah yang indah. Tetap melakukan bounding dengannya, sambil mengajaknya bermain serta melakukan stimulasi perkembangannya. Meskipun kita sedang berpuasa, aktivitas bermain dengan buah hati tetap lancar ya Moms.

Demikian sedikit tips menyusui saat berpuasa. Semoga bermanfaat Moms.
Referensi 

  1. www.tipsbayi.com/puasa-ketika-menyusui.html
  2. https://asilaktasi.com/2016/06/14/ibu-hamil-dan-menyusui-berpuasa-tinjauan-kesehatan-dan-hukum-islam/
  3. http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/
  4. https://supportbreastfeeding.wordpress.com/2009/08/28/berpuasa-ramadhan-saat-menyusui-bayi/p
  5. m.republika.co.id/berita/ramadhan/kabar-ramadhan/17/05/29/oqpat8313-pengaruh-puasa-terhadap-kehamilan-dan-menyusui
  6. pic source: pexel.com


Monday, June 5, 2017

Tumbuh kembang Anak 12-24 bulan



Dear Mommies...

Pada bayi yang  berusia 1 hingga 2 tahun biasanya sudah dapat berjalan tanpa bantuan, mulai mengeksplorasi rumah dan sekitarnya.

Saat ini lah bayi akan mulai belajar untuk rmenggerakkan bagian kakinya. Aktivitasnya sangat banyak dan mulai dapat berkomunikasi dengan siapa saja.

Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil yaa Moms.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Moms bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati.

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu


Usia 1 - 2 tahun

  • Anak sudah mulai aktif berjalan tanpa bantuan
  • Mulai tertarik dengan lingkungan sekitar dan mengeksplorasinya
  • Mulai dapat menyusun balok/kubus (bertahap mulai 2-3 balok/kubus hingga 6 kubus)
  • Menunjuk mata dan hidung
  • Mulai belajar makan sendiri
  • Usia 1 tahun, anak dapat mengatakan 5 – 10 kata
  • Menyusun 2 kata dan mulai menyebut kalimat
  • Usia 2 tahun dapat menguasai hampir sekitar 200 kata
  • Anak akan memperlihatkan minat kepada anak lain dan mulai bermain dengan mereka
  • Mulai memperlihatkan rasa ingin tahu, minat dengan yang dilakukan oleh orang dewasa




Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 2 - 3 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 3 - 4 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun. Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.


Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun

Pada usia 12 -18 bulan

  • Berlatih bermain menarik mainan
  • Ajaklah berjalan mundur
  • Berlatih naik turun tangga, berjalan di undakan
  • Ajarkan cara menangkap dan melempar bola
  • Berlatih menyusun balok
  • Ajarkan mencorat-coret di kertas
  • Ajaklah bernyanyi
  • Berlatih memasukkan bola dari wadah satu ke wadah yang lain
  • Ajarkan menyapu, atau aktivitas pekerjaan rumah tangga lainnya
  • Berlatih makan menggunakan tangan sendiri
  • Bermain merawat boneka
  • Membacakan buku cerita, mendongeng untuk si kecil sebelum tidur
  • Bermain telepon-teleponan
  • Ajarkan nama buah-buahan, sayuran
  • Berikan pujian jika anak berhasil melakukan perintah Mommies
  • Ajarkan anak mematuhi peraturan permainan
  • Selalu menggunakan perkataan yang santun


Pada Usia 18 – 24 bulan

  • Mulai ajarkan cara melompat
  • Mulai ajarkan cara berjalan di titian yang lebar untuk menjaga keseimbangan tubuh
  • Berlatih naik sepeda mainan
  • Berlatih menggambar
  • Bermain puzzle
  • Membentuk adonan kue atau membuat playdough
  • Ajarkan menggambar bentuk/wajah
  • Berlatih mengancingkan kancing baju
  • Ajarkan berinteraksi dengan teman saat bermain
  • Bermain rumah-rumahan
  • Bermain masak-masakan
  • Selalu mengajaknya bicara dengan menggunakan kontak mata
  • Berlatih dengan memberi perintah pada si kecil
  • Membacakan buku cerita bergambar, mendongeng sebelum tidur



Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 1 – 2 tahun

  • Mobil-mobilan
  • Bola plastik
  • Mainan plastik
  • Boneka
  • Buku cerita bergambar
  • Telepon mainan
  • Mainan plastik buah dan sayur
  • Mainan alat memasak



Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Moms bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...

Jika pada usia 2 tahun, anak belum bisa melakukan salah satu dari hal diatas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter/bidan/perawat ya Moms.

Selamat bermain Mommies ...







picture source : pexels.com

Wednesday, May 24, 2017

Tumbuh kembang Bayi 9-12 bulan




Dear Mommies...

Bayi pada usia 9 hingga 12 bulan sudah mulai merangkak, dan belajar berjalan.

Saya memberi nama era baru ini dengan nama “Era Encok”, dimana masa ibu-ibu akan mulai merasakan sakit encok pada pinggangnya

Overall it’s always make me so happy!!!

Pada usia ini biasanya bayi mulai sangat lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, gerakannya juga sudah mulai banyak.

Mommies akan mulai sedikit lelah, karena mulai sering menuntun bayi untuk belajar berjalan.

Kita mulai sering berkomunikasi dua darah dengan Si kecil, interaksi bounding yang intensif akan semakin mengeratkan hubungan dengannya

Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil...apalagi keingin tahuannya sangat besar dan didukung dengan kemampuan merangkak yang sudah mumpuni.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu.



Usia 9 -12 bulan


  • Bayi sudah mulai aktif merangkak
  • Mampu berdiri tanpa dibantu
  • Mampu berjalan dengan dituntun
  • Mulai menyentuh apa saja dan memasukkan benda ke mulut
  • Mulai menirukan suara
  • Mulai mengulang bunyi yang didengarnya
  • Mulai belajar mengeluarkan satu atau dua kata
  • Mulai berpartisipasi dalam permainan
  • Dapat menggunakan sendok untuk menyendok
  • Mulai bisa membolak-balikkan halaman pada buku dengan ibu jari dan jari tengah
  • Mulai memperlihatkan minat yang besar terhadap lingkungan sekitarnya
  • Mulai bisa memegang benda sebesar kacang/kismis dengan menjumput
  • Melempar benda disekitarnya
  • Merespon saat diajak bicara
  • Babbling semakin jelas suaranya 


Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 1 – 2 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 2 – 3 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan.

Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.

Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan

  • Ajaklah belajar berjalan sambil dituntun
  • Mengambil mainan diluar jangkauan
  • Ajarkan memegang dan makan biskuit
  • Ajaklah bermain ciluk Ba
  • Ajarkan bermain bola
  • Berlatih membungkuk
  • Berlatih Memanjat tangga
  • Memasukkan benda kecil ke dalam wadah
  • Menyusun balok/mainan
  • Menggambar
  • Belajar minum dari cangkir
  • Makan bersama anggota keluarga
  • Bercerita sambil melihat buku bergambar
  • Menirukan kata-kata
  • Bermain boneka
  • Bermain susun donat
  • Bernyanyi dan bersenandung
  • Tirukan suara binatang sambil menunjuk gambar binatangnya (buku gambar)
  • Ajari bertepuk tangan
  • Mengejar mainan diantara Bantal / guling
  • Ajarkan menumpuk kardus kecil atau mainan susun
  • Ajarkan bermain sepak bola
  • Bermain aneka tekstur lembut, seperti agar-agar


Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 9 - 12 bulan:

  • Pensil warna dan krayon
  • Puzzle sederhana
  • Kotak susun
  • Bola sepak 
  • Senter
  • Buku bergambar 
  • Kardus kecil
  • Agar-agar
  • Mainan susun donat
  • Kertas warna warni





Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...

Apabila Ada yang dirasa kurang sesuai / Ada keterlambatan tumbuh kembang Si kecil, Segera komsultasikan dengan dokter/perawat/bidan yaa Moms.


Selamat bermain Mommies ...




Cover pic source: freepik.com
Pic source: pexel.com, freeimages.com

Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 tahun




Dear Mommies...

Kehadiran Si kecil ditengah-tengah keluarga tentu menjadi hal baru yang dinantikan yaa.

Segala aktivitas baru menyambut kehadiran buah hati akan semakin meningkat Setiap hari.

Sembari mengamati tumbuh kembangnya Setiap bulan, Mommies jangan lupa juga memantau jadwal imunisasi Si kecil.

Sejak Baby Moo lahir saya mulai membuat catatan jenis-jenis imunisasi apa sama yang diperlukan oleh Baby Moo..yang sudah pernah diterima maupun yang belum.

Untuk mempermudah mengingatnya, saya mencatat dalam bentuk table sehingga mudah untuk dicentang..

Mommies juga bisa membuat sendiri tabel yang lebih mudah diingat serta dapat ditambahkan tanggal dan tempat imunisasi.

Berikut ini saya sertakan tabelnya..tabel ini bisa didapatkan dari website IDAI yaa Moms.


Jadwal Imunisasi Anak 
Usia 0 - 18 tahun
(Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia - IDAI tahun 2017)




Keterangan:

Cara membaca kolom USIA, misal 2 berarti usia 2 bulan (60 hari) s.d 2 bulan 29 hari (89 hari)

Rekomendasi Imunisasi berlaku : Januari 2017

Dapat diakses pada website IDAI (http://idai.or.id/public-article/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html)

a. Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3 (lihat keterangan)
b. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis (lihat keterangan)


Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel

1. Vaksin hepatitis B (HB)

  • Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K, minimal 30 menit sebelumnya.
  • Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1 – 6 bulan.
  • Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda.
  • Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maja jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.


2. Vaksin Polio

  • Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0.
  • Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan.
  • Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster deberikan OPV atau IPV.
  • Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.


3. Vaksin BCG

  • Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan.
  • Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu


4. Vaksin DTP

  • Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu.
  • Dapat diberikan DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain.
  • Apabila diberikan vaksi DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu 2, 4, dan 6 bulan.
  • Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.
  • Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.


5. Vaksin Pneumokokus (PCV)

  • Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali.
  • Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir.
  • Pada anak usia diatas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.


6. Vaksin Rotavirus

  • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥  15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu.
  • Batar akhir pemberian pada usia-24 minggu.
  • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥ 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu.
  • Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.


7. Vaksin Influenza 

  • Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.
  • Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu
  • Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL.
  • Untuk anak usia 36 bulan atau lebih dosis 0,5 mL


8. Vaksin Campak

  • Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR


9. Vaksin MMR/MR

  • Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan).
  • Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.


10. Vaksin Varisela

  • Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bukan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.
  • Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.


11. Vaksin human papiloma virus (HPV)

  • Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun.
  • Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan.
  • Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis.


12 Vaksin Japanese encephalitis (JE)

  • Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut.
  • Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya


13. Vaksin dengue

  • Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Source: 
brosur Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI 2017
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES