Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts
Thursday, September 14, 2017
Speech Delay
Dear Mommies...
Pernahkah orang-orang terdekat di sekitar Moms selalu menanyakan kapan anak kita mulai bicara?
Pernahkah hati kecil kita sebagai ibu bertanya-tanya, mengapa anak saya belum bisa bicara?
Atau justru Moms merasa panik saat anak lainnya mulai bertanya ini itu, sementara anak kita belum bisa berbicara sama sekali?
Wednesday, September 13, 2017
Playdate
Dear Mommies...
Apa kabar? Masih semangat donk yaa bermain dan belajar dengan Si kecil?
Playdate sebenarnya semacam kegiatan bermain buah hati dengan teman-temannya, bisa outdoor atau indoor. Orang tua biasanya mengundang teman-teman anak untuk bermain dan mengajarkan sosialisasi.
Wednesday, June 14, 2017
Perlengkapan saat Anak Masuk RS
Dear Mommies...
Ketika buah hati kita sedang sakit, tentu sedih sekali bukan? Rasanya kita ingin bertukar posisi dengannya. Terutama jika sampai diharuskan masuk rumah sakit.
Saya termasuk Ibu yang paling takut bila anak harus masuk rumah sakit. Terbayang saat mau diambil darah atau diinfus. Haduh ... Hancur hati emak *nangis dipojokan*
Moms sebaiknya tidak perlu panik saat mempersiapkan perlengkapan yang perlu dibawa saat anak masuk rumah sakit.
Kami biasanya membuat list atau daftar barang perlu dibawa untuk saat pertama kali menuju rumah sakit, antara lain:
Barang Anak
1. Kaos berlengan lebar.(berkancing, bukaan depan), jika sewaktu-waktu perlu diinfus biasanya untuk Anak kecil diberi papan kecil pada punggung tangan
2. Celana pendek.
3. Popok Sekali pakai.
biasanya saya menggunakan many Poko. Selain efektif dan efisien, juga tidak ribet dibandingkan jika menggunakan popok Kain atau clodi
4. Perlengkapan Mandi.
Sebaiknya bawa sabun, minyak telon, bedak, minyak wangi.
5. Gelas piring sendok.
6. Resep dokter Anak sebelumnya.
7. Selimut bayi.
9. Dot dan susu.
10. Air mineral.
11. Biskuit.
12. Bubur bayi.
13. Handuk besar, handuk kecil.
14. Bantal kecil kesukaan Anak.
15. Kaos kaki.
16. Bye-bye fever.
Berjaga-jaga bilang sewaktu-waktu anak demam.
14. Handuk kecil dan wadah untuk mengompres.
Khusus jika ada indikasi anak mengalami demam, sebaiknya bawa peralatan untuk mengompres.
15. Mainan kesukaan anak
Tidak perlu dibawa satu box khan Moms hehehe. Bawa yang paling disukai, agar anak menjadi lebih nyaman.
(NB: Usia anak saya batita, check list barang disesuaikan dengan Usia anak yaa Moms).
15. Mainan kesukaan anak
Tidak perlu dibawa satu box khan Moms hehehe. Bawa yang paling disukai, agar anak menjadi lebih nyaman.
(NB: Usia anak saya batita, check list barang disesuaikan dengan Usia anak yaa Moms).
Sebaiknya barang anak dipisahkan dari barang ayah dan bundanya Moms.
Barang Moms
1. Underwear.
Ini bagian paling penting ya Moms. Jangan pernah kelupaan membawa underwear he he.
2. Baju dan celana.
Sebaiknya membawa baju dan celana lebih dari 3 pasang. Khawatir perlu bolak-balik mengurus segala sesuatu, lalu berkeringat. Sekaligus mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ada tamu yang berkunjung.
3. Handuk.
Jangan lupa untuk selalu membawa handuk sendiri
4. Alat make up yang simple saja.
Sebaiknya perlengkapan make up dimasukkan didalam wadah kecil. Bawa yang penting sama seperti bedak, krim, lipstick, dan parfum.
5. Notes kecil dan bolpoin untuk mencatat.
Penting sekali bagi Moms untuk membawa catatan berapa notes. Sangat berguna untuk mencatat jadwal pemberian obat yang telah dilakukan, hasil konsultasi dengan dokter, mencatat rekomendasi dari perawat, dll.
6. Thermometer.
Memantau suhu tumbuh anak selama opname sebaiknya juga dilakukan oleh orang tua. Sebaiknya bawa thermometer sendiri, dan dicatat, jika terjadi kenaikan suhu tubuh diatas normal dapat segera konsultasi ke perawat.
7. Selimut / Jaket.
Selalu sediakan salah satunya, selimut atau jaket. Biasanya suhu ruangan akan dingin saat tengah malam. Jangan sampai sakit ya Moms.
8. Bantal tambahan.
9. Sandal jepit.
10. Peralatan Mandi.
11. Tikar/karpet kecil.
Sebaiknya membawa tikar/karpet kecil untuk berjaga-jaga bila tidak ada kursi bagi penunggu.
12. Piring, gelas, sendok.
13. Vitamin C dan obat-obatan yang lain.
14. KTP orang tua
15. Kartu asuransi / kartu BPJS
16. Tas kecil yang praktis
15. Kartu asuransi / kartu BPJS
16. Tas kecil yang praktis
Barang Ayah dan Bunda bisa dijadikan satu supaya lebih ringkas.
Kami biasanya membawa satu koper, sehingga tidak perlu repot bolak-balik ke rumah. Dapat menghemat waktu dan tenaga Moms, efektif dan efisien.
Selama di rumah sakit, selalu jaga kesehatan diri yaa Moms. Upayakan mengkonsumsi vitamin C agar daya tahan tumbuh kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Serta selalu makan teratur meskipun terkadang kita kurang tidur.
Okay Moms...
Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai perlengkapan yang perlu dibawa saat anak masuk rumah sakit/opname.
Semoga catatan kecil ini dapat membantu Moms dan keluarga ya.
Oh iyaa...
Masukan dan sarannya ditunggu yaa, mungkin Moms bisa berbagi pengalaman lainnya. Atau ada barang-barang lainnya yang saya lupa catat.
pic source by pexel and pixabay
Sunday, June 11, 2017
Tips Menyusui saat Berpuasa
Dear Mommies...
Pernah mengalami dilemma ketika ingin menyusui di bulan Ramadhan?
Khawatir bayi akan kekurangan gizi?
Merasa cemas Ibu akan merasa lemas sehingga bayi tidak memperoleh gizi yang maksimal?
Atau kekhawatiran yang lainnya?
Saya juga pernah mengalaminya, kira-kira dua tahun yang lalu. Saat itu Musa masih membutuhkan ASI eksklusif. Sementara saya ingin menunaikan ibadah puasa.
Antara khawatir dan ingin maksimal memberikan ASI eksklusif, maka saya segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak, dan diminta untuk menambah wawasan dengan browsing di internet untuk menunjang keberanian hehehe.
Pada intinya saya diperbolehkan untuk tetap menyusui sekaligus berpuasa, karena bayi dan ibunya dalam keadaan sehat. Tentu dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku *lol*.
Pada intinya saya diperbolehkan untuk tetap menyusui sekaligus berpuasa, karena bayi dan ibunya dalam keadaan sehat. Tentu dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku *lol*.
Berikut ini saya ringkas dari hasil konsultasi dan pencarian informasi dari buku-buku dan internet. Semoga dapat membantu dan bermanfaat ya Moms.
Sebaiknya pastikan Bayi dan ibu dalam keadaan sehat.
Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/perawat/bidan
Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting bagi Ibu Hamil dan Ibu menyusui. Biasanya akan dilakukan penimbangan badan bayi dan Ibu, serta akan direkomendasikan untuk berpuasa apabila kondisi Ibu dan bayi dalam keadaan segar.
Selalu niatkan berpuasa karena Allah SWT dan memohon kelancaran ibadah, serta memohon kesehatan untuk buah hati
Jangan lupa niat berpuasa karena Allah SWT semata. Dan memohon kelancaran ibadah, serta memohon kesehatan buah hati tercinta. Semoga selalu diberikan kemudahan saat beribadah.
Produksi ASI saat berpuasa biasanya akan mengalami penurunan. Untuk menunjang kebutuhan nutrisi tubuh, sebaiknya selalu berusaha bahagia, hindari stress yang berlebihan, serta selalu berpikiran positif. Ibu menyusui yang bahagia, akan meningkatkan hormon oksitosin dan akan membantu memperbanyak produksi ASI.
Mengatur menu nutrisi seimbang, khususnya pada waktu-waktu tertentu
Buatlah schedule menu makanan yang teratur Moms. Selalu ingat bahwa waktu makan tetap tiga kali sehari, hanya sama jadwalnya diputar menjadi saat sahur, berbuka puasa, dan setelah sholat tarawih. Asupan nutrisi bergizi seimbang, dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.
Saat berbuka puasa sebaiknya makan hidangan pembuka berupa kurma dan makanan manis.
Saat berbuka puasa sebaiknya makan hidangan pembuka berupa kurma dan makanan manis.
Memperbanyak asupan cairan dan menghindari teh/kopi yang mengandung cafein
Asupan cairan yang dibutuhkan ibu menyusui tentu lebih banyak dari wanita yang lain. Moms bisa mengkonsumsi air putih, jus buah segar, susu sapi/kedelai, yogurt, atau bahkan sari daun katuk.
Atur jadwal minum agar lambung tidak terlalu penuh dengan cairan, karena dapat menyebabkan kembung dan mual. Porsi minum 8 gelas sehari juga baik untuk ibu menyusui.
Hindari minum kopi/teh terlalu banyak, karena kafein menyebabkan susah tidur.
Hindari minum kopi/teh terlalu banyak, karena kafein menyebabkan susah tidur.
Mengurangi minuman terlalu manis saat sahur agar tidak lemas
Minuman manis memang sangat menyegarkan, terutama saat berbuka puasa. Namun saat sahur sebaiknya dikurangi ya Moms, karena dapat menyebabkan lemas pada tubuh.
Sekarang ini sudah banyak suplemen pelancar ASI yang beredar di pasaran. Selama menyusui saya rajin minum susu untuk ibu menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter/perawat/bidan manis suplemen apa yang cocok bagi anda.
Produksi ASI sebelum tidur biasanya cukup banyak. Hal ini disebabkan masukan nutrisi yang dikonsumsi setelah berbuka puasa. Gunakan moment ini untuk pumping ya Moms. Jangan lupa disimpan di kulkas.
Aktifitas yang berlebihan sebaiknya dikurangi ya Moms. Jangan terlalu memforsir tenaga, ingatlah selalu buah hati kita adalah prioritas utama untuk mendapatkan ASI.
Buatlah jadwal tidur yang cukup, sebaiknya tetap 8 jam, diatur sedemikian rupa hingga tercukupi kebutuhan istirahat anda.
Buah hati adalah amanah yang indah. Tetap melakukan bounding dengannya, sambil mengajaknya bermain serta melakukan stimulasi perkembangannya. Meskipun kita sedang berpuasa, aktivitas bermain dengan buah hati tetap lancar ya Moms.
Demikian sedikit tips menyusui saat berpuasa. Semoga bermanfaat Moms.
Referensi
- www.tipsbayi.com/puasa-ketika-menyusui.html
- https://asilaktasi.com/2016/06/14/ibu-hamil-dan-menyusui-berpuasa-tinjauan-kesehatan-dan-hukum-islam/
- http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/
- https://supportbreastfeeding.wordpress.com/2009/08/28/berpuasa-ramadhan-saat-menyusui-bayi/p
- m.republika.co.id/berita/ramadhan/kabar-ramadhan/17/05/29/oqpat8313-pengaruh-puasa-terhadap-kehamilan-dan-menyusui
- pic source: pexel.com
Friday, June 9, 2017
Bermain di Taman Flora, siapa takut?
![]() |
| pic : IG hellmi rosadi |
Dear Mommies...
Berjalan-jalan dengan buah hati merupakan salah satu upaya menstimulasi perkembangannya.
Tentunya kita sebagai Ibu juga senang mengajak buah hati kita "cuci Mata" bukan?
Jika sedang dilanda kejenuhan mengunjungi mall, saya sering mencari wahana alternatif lain untuk mengajak Musa "berwisata".
Yap ... Taman Kota adalah salah satu wacana wisata yang disukai anak-anak (dan ibunya). Selain harganya yang murah, karena biasanya free, saat ini banyak Taman kota yang dikelola dengan sangat baik boleh Pemerintah Daerah setempat.
Menikmati wisata "hutan kota" juga mampu menghilangkan kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari, mampu membuat rileks tubuh dan pikiran, serta dapat menghirup oksigen alami ditengah kota yang padat membuat badan menjadi lebih Segar. Eh....itu sugesti saya sendiri sich hehehe.
Menikmati wisata "hutan kota" juga mampu menghilangkan kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari, mampu membuat rileks tubuh dan pikiran, serta dapat menghirup oksigen alami ditengah kota yang padat membuat badan menjadi lebih Segar. Eh....itu sugesti saya sendiri sich hehehe.
Salah satu Taman Kota yang ada di Wilayah Kota Surabaya adalah Taman Flora Bratang. Letaknya ada di Jalan Raya Manyar, no. 80A Surabaya.
Beberapa waktu yang lalu saya mengajak Musa mengunjungi taman tersebut. Tamannya sangat sejuk, rindang, dan nyaman. Jika pengunjung merasa lapar juga tersedia Sentra Kuliner RMI di samping area Taman. Berbagai macam Jenis makanan tersedia disana, sehingga pengunjung tak perlu khawatir.
![]() |
| Posisi Taman Flora Bratang via GPS |
Beberapa waktu yang lalu saya mengajak Musa mengunjungi taman tersebut. Tamannya sangat sejuk, rindang, dan nyaman. Jika pengunjung merasa lapar juga tersedia Sentra Kuliner RMI di samping area Taman. Berbagai macam Jenis makanan tersedia disana, sehingga pengunjung tak perlu khawatir.
Masuk ke Taman Flora Bratang tidak dikenakan biaya Moms alias free. Beberapa fasilitas ditambah oleh Pemkot Surabaya, mulai dari Wahana memberi makan rusa, memberi makan ikan di kolam, sarana bermain anak juga cukup banyak sehingga tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat bermain, area outbound anak untuk melatih ketangkasan, toilet juga tersedia sehingga tak perlu khawatir mengantri, terdapat juga fasilitas musholla.
![]() |
| Pengunjung bisa memberi makan Rusa |
Beberapa fasilitas exercise kita terdapat disana. Bagi yang ingin berolah raga sambil menghirup udara segar, sebaiknya datang di pagi hari.
![]() |
| Alat exercise |
Taman Flora Bratang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dulu saya mengenal daerah ini dengan nama Kebun Bibit Bratang. Rupanya sejak Pemkot Surabaya memindahkan kebun pembibitan ke Kebun Bibit Wonorejo, maka daerah tersebut mengalami peralihan fungsi menjadi Taman kota yang cukup cantik dan rimbun.
Terdapat pengelompokan tanaman toga dan tanaman herbal, sehingga dinamakan Taman Toga. Menurut saya konsep penataan Taman tersebut sangat menarik dan rapi. Saya curiga pasti ada campur tangan Bu Risma selaku Walikota Surabaya. Hehehe maklum saya nge-fans beliau sejak menjadi Kepala DKP Kota Surabaya, kota yang tadinya tandus perlahan-lahan dibuat menjadi rimbun dan segar.
![]() |
| Sangkar Burung Raksasa |
Pada area taman baca merupakan Perpustakaan Edukasi yang mempunyai berbagai macam koleksi buku-buku. Sayangnya saya tidak sempat memotret, karena sibuk bermain kejar-kejaran dengan Musa *lol*. Juga ada balai pertunjukan yang biasanya digunakan pada hari libur.
Bagi warga Surabaya yang ingin menikmati wisata Taman kota, saya merekomendasikan untuk bermain dengan buah hati Taman Flora Bratang. Jangan lupa membeli kacang panjang untuk wisata edukasi memberi makin Rusa (harga 5000 rupiah sudah cukup banyak) dan memberi pakan agar bisa memberi makan ikan di kolam ikan (harga 1000 rupiah).
Selamat berkunjung Moms.
Monday, June 5, 2017
Tumbuh kembang Anak 12-24 bulan
Dear Mommies...
Pada bayi yang berusia 1 hingga 2 tahun biasanya sudah dapat berjalan tanpa bantuan, mulai mengeksplorasi rumah dan sekitarnya.
Saat ini lah bayi akan mulai belajar untuk rmenggerakkan bagian kakinya. Aktivitasnya sangat banyak dan mulai dapat berkomunikasi dengan siapa saja.
Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil yaa Moms.
Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.
Moms bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati.
Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...
Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu
Usia 1 - 2 tahun
- Anak sudah mulai aktif berjalan tanpa bantuan
- Mulai tertarik dengan lingkungan sekitar dan mengeksplorasinya
- Mulai dapat menyusun balok/kubus (bertahap mulai 2-3 balok/kubus hingga 6 kubus)
- Menunjuk mata dan hidung
- Mulai belajar makan sendiri
- Usia 1 tahun, anak dapat mengatakan 5 – 10 kata
- Menyusun 2 kata dan mulai menyebut kalimat
- Usia 2 tahun dapat menguasai hampir sekitar 200 kata
- Anak akan memperlihatkan minat kepada anak lain dan mulai bermain dengan mereka
- Mulai memperlihatkan rasa ingin tahu, minat dengan yang dilakukan oleh orang dewasa
Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 2 - 3 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 3 - 4 tahun
Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun. Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.
Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun
Pada usia 12 -18 bulan
- Berlatih bermain menarik mainan
- Ajaklah berjalan mundur
- Berlatih naik turun tangga, berjalan di undakan
- Ajarkan cara menangkap dan melempar bola
- Berlatih menyusun balok
- Ajarkan mencorat-coret di kertas
- Ajaklah bernyanyi
- Berlatih memasukkan bola dari wadah satu ke wadah yang lain
- Ajarkan menyapu, atau aktivitas pekerjaan rumah tangga lainnya
- Berlatih makan menggunakan tangan sendiri
- Bermain merawat boneka
- Membacakan buku cerita, mendongeng untuk si kecil sebelum tidur
- Bermain telepon-teleponan
- Ajarkan nama buah-buahan, sayuran
- Berikan pujian jika anak berhasil melakukan perintah Mommies
- Ajarkan anak mematuhi peraturan permainan
- Selalu menggunakan perkataan yang santun
Pada Usia 18 – 24 bulan
- Mulai ajarkan cara melompat
- Mulai ajarkan cara berjalan di titian yang lebar untuk menjaga keseimbangan tubuh
- Berlatih naik sepeda mainan
- Berlatih menggambar
- Bermain puzzle
- Membentuk adonan kue atau membuat playdough
- Ajarkan menggambar bentuk/wajah
- Berlatih mengancingkan kancing baju
- Ajarkan berinteraksi dengan teman saat bermain
- Bermain rumah-rumahan
- Bermain masak-masakan
- Selalu mengajaknya bicara dengan menggunakan kontak mata
- Berlatih dengan memberi perintah pada si kecil
- Membacakan buku cerita bergambar, mendongeng sebelum tidur
Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 1 – 2 tahun
- Mobil-mobilan
- Bola plastik
- Mainan plastik
- Boneka
- Buku cerita bergambar
- Telepon mainan
- Mainan plastik buah dan sayur
- Mainan alat memasak
Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...
Moms bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.
Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.
Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...
Jika pada usia 2 tahun, anak belum bisa melakukan salah satu dari hal diatas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter/bidan/perawat ya Moms.
Selamat bermain Mommies ...
picture source : pexels.com
Wednesday, May 24, 2017
Tumbuh kembang Bayi 9-12 bulan
Dear Mommies...
Bayi pada usia 9 hingga 12 bulan sudah mulai merangkak, dan belajar berjalan.
Saya memberi nama era baru ini dengan nama “Era Encok”, dimana masa ibu-ibu akan mulai merasakan sakit encok pada pinggangnya
Overall it’s always make me so happy!!!
Pada usia ini biasanya bayi mulai sangat lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, gerakannya juga sudah mulai banyak.
Mommies akan mulai sedikit lelah, karena mulai sering menuntun bayi untuk belajar berjalan.
Kita mulai sering berkomunikasi dua darah dengan Si kecil, interaksi bounding yang intensif akan semakin mengeratkan hubungan dengannya
Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil...apalagi keingin tahuannya sangat besar dan didukung dengan kemampuan merangkak yang sudah mumpuni.
Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.
Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...
Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...
Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu.
Usia 9 -12 bulan
- Bayi sudah mulai aktif merangkak
- Mampu berdiri tanpa dibantu
- Mampu berjalan dengan dituntun
- Mulai menyentuh apa saja dan memasukkan benda ke mulut
- Mulai menirukan suara
- Mulai mengulang bunyi yang didengarnya
- Mulai belajar mengeluarkan satu atau dua kata
- Mulai berpartisipasi dalam permainan
- Dapat menggunakan sendok untuk menyendok
- Mulai bisa membolak-balikkan halaman pada buku dengan ibu jari dan jari tengah
- Mulai memperlihatkan minat yang besar terhadap lingkungan sekitarnya
- Mulai bisa memegang benda sebesar kacang/kismis dengan menjumput
- Melempar benda disekitarnya
- Merespon saat diajak bicara
- Babbling semakin jelas suaranya

Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 1 – 2 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 2 – 3 tahun
Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan.
Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.
Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan
- Ajaklah belajar berjalan sambil dituntun
- Mengambil mainan diluar jangkauan
- Ajarkan memegang dan makan biskuit
- Ajaklah bermain ciluk Ba
- Ajarkan bermain bola
- Berlatih membungkuk
- Berlatih Memanjat tangga
- Memasukkan benda kecil ke dalam wadah
- Menyusun balok/mainan
- Menggambar
- Belajar minum dari cangkir
- Makan bersama anggota keluarga
- Bercerita sambil melihat buku bergambar
- Menirukan kata-kata
- Bermain boneka
- Bermain susun donat
- Bernyanyi dan bersenandung
- Tirukan suara binatang sambil menunjuk gambar binatangnya (buku gambar)
- Ajari bertepuk tangan
- Mengejar mainan diantara Bantal / guling
- Ajarkan menumpuk kardus kecil atau mainan susun
- Ajarkan bermain sepak bola
- Bermain aneka tekstur lembut, seperti agar-agar
Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 9 - 12 bulan:
- Pensil warna dan krayon
- Puzzle sederhana
- Kotak susun
- Bola sepak
- Senter
- Buku bergambar
- Kardus kecil
- Agar-agar
- Mainan susun donat
- Kertas warna warni
Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...
Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.
Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.
Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...
Apabila Ada yang dirasa kurang sesuai / Ada keterlambatan tumbuh kembang Si kecil, Segera komsultasikan dengan dokter/perawat/bidan yaa Moms.
Selamat bermain Mommies ...
Cover pic source: freepik.com
Pic source: pexel.com, freeimages.com
Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 tahun
Dear Mommies...
Kehadiran Si kecil ditengah-tengah keluarga tentu menjadi hal baru yang dinantikan yaa.
Segala aktivitas baru menyambut kehadiran buah hati akan semakin meningkat Setiap hari.
Sembari mengamati tumbuh kembangnya Setiap bulan, Mommies jangan lupa juga memantau jadwal imunisasi Si kecil.
Sejak Baby Moo lahir saya mulai membuat catatan jenis-jenis imunisasi apa sama yang diperlukan oleh Baby Moo..yang sudah pernah diterima maupun yang belum.
Untuk mempermudah mengingatnya, saya mencatat dalam bentuk table sehingga mudah untuk dicentang..
Mommies juga bisa membuat sendiri tabel yang lebih mudah diingat serta dapat ditambahkan tanggal dan tempat imunisasi.
Berikut ini saya sertakan tabelnya..tabel ini bisa didapatkan dari website IDAI yaa Moms.
Jadwal Imunisasi Anak
Usia 0 - 18 tahun
(Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia - IDAI tahun 2017)
Keterangan:
Cara membaca kolom USIA, misal 2 berarti usia 2 bulan (60 hari) s.d 2 bulan 29 hari (89 hari)
Rekomendasi Imunisasi berlaku : Januari 2017
Dapat diakses pada website IDAI (http://idai.or.id/public-article/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html)
a. Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3 (lihat keterangan)
b. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis (lihat keterangan)

Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel
- Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K, minimal 30 menit sebelumnya.
- Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1 – 6 bulan.
- Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda.
- Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
- Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maja jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
2. Vaksin Polio
- Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0.
- Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan.
- Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster deberikan OPV atau IPV.
- Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.
3. Vaksin BCG
- Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan.
- Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu
4. Vaksin DTP
- Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu.
- Dapat diberikan DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain.
- Apabila diberikan vaksi DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu 2, 4, dan 6 bulan.
- Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.
- Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.
5. Vaksin Pneumokokus (PCV)
- Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali.
- Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir.
- Pada anak usia diatas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
6. Vaksin Rotavirus
- Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥ 15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu.
- Batar akhir pemberian pada usia-24 minggu.
- Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥ 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu.
- Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.
7. Vaksin Influenza
- Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.
- Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu
- Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL.
- Untuk anak usia 36 bulan atau lebih dosis 0,5 mL
8. Vaksin Campak
- Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR
9. Vaksin MMR/MR
- Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan).
- Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.
10. Vaksin Varisela
- Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bukan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.
- Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
11. Vaksin human papiloma virus (HPV)
- Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun.
- Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan.
- Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis.
12 Vaksin Japanese encephalitis (JE)
- Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut.
- Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya
13. Vaksin dengue
- Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.
Source:
brosur Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI 2017
Friday, May 19, 2017
Tumbuh kembang bayi 6-9 bulan
Dear Mommies...
Bayi pada usia 6 hingga 9 bulan sudah melakukan banyak sekali aktivitas. Pada usia ini biasanya bayi mulai lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, meskipun masih terbatas geraknya.
Tentu kelelahan Mommies akan terbayar saat bayi kita bahagia dengan berbagai aktivitas :)
Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.
Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...
Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...
Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu
Usia 6 - 9 bulan
- Bayi sudah dapat duduk tanpa dibantu
- Dapat tengkurap atau berbalik sendiri
- Mulai merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
- Merangkak maju dan mundur
- Mulai memindahkan barang dari tangan satu ke tangan lainnya
- Mulai bisa meletakkan satu mainan balok diatas mainan balok lainnya
- Memegang benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
- Mulai memasukkan kaki kedalam mulut
- Suka melempar sesuatu
- Mulai merespon perbedaan warna, dan perbedaan tektur rabaan
- Sudah mulai babling, mengeluarkan kata-kata tanpa arti “ daaa...baaa..taaa”
- Mampu bertepuk tangan, dan mencari saat bermain petak umpet
- Mulai mengenal anggota keluarga dan takut kepada orang asing
- Mampu makan kue/biskuit sendiri
Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 9 - 12 bulan
Tumbuh Kembang Anak Usia 1 – 2 tahun
Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 6 – 9 bulan.
Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.
Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 6 - 9 bulan
- Ajarkan bayi cara untuk duduk, bantu untuk duduk sendiri
- Ajarkan cara bermain ciluk ba
- Ajarkan cara memegang dan makan biskuit
- Ajarkan memegang benda kecil dengan dua jari
- Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan
- Usahakan berjalan untuk mencapai sesuatu
- Latihlah merangkak
- Ajaklah bicara sesering mungkin, usahakan berhadapan
- Latihlah mengucapkan maa...maaa, paa...paa
- Berilah mainan yang aman dipukul-pukul, drum kecil
- Usahakan mau dan bisa memakai kedua tangan untuk mengambil benda
- Memasukkan benda ke dalam wadah
- Belajar mencorat-coret
- Tirukan suara bayi, komunikasi dua arah
- Kenalkan berbagai macam suara dan bantu menemukan sumber suara
- Ajaklah bercermin dan berbicara di cermin, sambil menunjuk bagian tubuhnya
- Ajak dalam permainan bersama anggota keluarga, seperti bermain kejar-kejaran, naik gunung dari tumpukan bantal, bermain senter
Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 6 - 9 bulan:
- Buku bergambar
- Boneka
- Bola gantung
- Berbagai mainan plastik
- Lampu senter
- Drum atau genderang
- Es batu
- Pisang
- Kotak susun
Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...
Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain. Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.
Jika pada usia 9 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi anda ke dokter/bidan/perawat.
Happy playing with your baby, Moms!!
Tumbuh Kembang Bayi 3-6 bulan
Dear Mommies...
Tiga bulan usia bayi adalah saat yang paling ditunggu-tunggu karena sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, bayi sudah mulai bisa melihat obyek dengan lebih detil.
Bayi juga sudah mulai dapat membedakan wajah ayah atau ibunya. Ototnya sudah mulai kuat.
Saat Baby Moo berusia 3 bulan, sudah berani saya bawa kemana-mana..sudah mulai bisa diajak ke mall, jalan-jalan keliling kota.
Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.
Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...
Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...
Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu
Usia 3 - 6 bulan
- Bayi mulai menegakkan kepala 90 derajat, mengangkat dada dengan bertopang dada
- Bayi mampu menatap mata anda saat diajak bicara
- Mulai menyentuhkan tangan satu ke tangan lainnya
- Membalikkan tubuh ke kiri dan ke kanan tanpa dibantu
- Belajar meraih benda didalam dan diluar jangkauannya, memegangnya lebih kuat
- Mulai bisa menggerakkan leher ke arah tertentu
- Mulai menunjukkan tanda-tanda merangkak
- Lebih mudah membalikkan tubuh dalam posisi tidur
- Bisa duduk dengan dibantu
- Mulai tertawa dan menjerit gembira saat diajak bermain, saat melihat mainan yang menarik
- Mulai dapat berguling dan bermain sambil tengkurap
- Mulai menirukan bunyi
- Bisa fokus pada benda berjarak sekitar 1 meter
Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 3 – 6 bulan.
Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.
Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 3 – 6 bulan
- Seringlah berbicara dengan bayi
- Perdengarkan berbagai macam bunyi-bunyian
- Belajar memancing untuk mencari sumber suara
- Menirukan pembicaraan bayi
- Gerakkan benda ke kiri dan ke kanan didepan matanya
- Memangku sambil bernyanyi sambil menggoyangkan tungkai
- Beri mainan benda yang besar dan berwarna, goyangkan dihadapan bayi
- Mengajaknya bergoyang dalam gendongan ibu
- Berguling dengan handuk atau selimut
- Memancing dengan mainan dihadapannya saat telungkup
- Meletakkan mainan yang berayun atau berputar di tempat tidur
- Memberi rangsang menyentuhkan berbagai tekstur pada tangannya
- Bermain dorong kaki dan tangan
- Bermain ciluk ba
- Bercermin
Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 3 – 6 bulan:
- Playmate
- Boneka
- Mainan yang berwarna
- Guling
- Bonek tangan
- Stroller
- Bola yang empuk
Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...
Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.
Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.
Jika pada usia 6 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi anda ke dokter/bidan/perawat ya Moms.
Happy playing with your baby, Moms!!
Cover pic source: freepik.com
pic source : freeimages.com, pexel.com
Thursday, May 18, 2017
Tumbuh Kembang Bayi 0 - 3 bulan
![]() |
Dear Mommies...
Membicarakan anak tidak akan pernah ada habisnya yaa..
Saya termasuk orang tua yang sangat “heboh” terhadap tumbuh kembang anak, khususnya mengenai cara menstimulasinya...
Ilmunya sangat banyak dan sangat penting untuk diketahui kita sebagai orang tua..termasuk deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang Moms.
Untuk menunjang informasi mengenai hal ini, biasanya saya bertanya kepada “senior-senior” seperti kawan-kawan yang mempunyai anak seumuran saya, orang tua, keluarga serta browsing dari artikel-artikel di internet, serta membeli beberapa buku bacaan mengenai tumbuh kembang anak.
Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua mengenai milestone perkembangan anak akan saya rangkum disini...
Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA dari Departemen Kesehatan RI atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati... Sekarang juga Sudah banyak tersedia aplikasi sejenis di Google Play store :)
Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...
Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu
Usia 0 – 3 bulan
- Bayi akan mulai belajar mengangkat kepala.
- Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
- Tangannya mulai bisa menggenggam, menahan barang yang dipegangnya.
- Kepala akan bergerak mengikuti orang yang dilihatnya.
- Menegakkan kepala jika digendong, mengangkat kepala tegak ketika tengkurap
- Mulai menggerakkan tangan dan kaki
- Ingin meraih benda yang dilihatnya
- Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh (cooing) “ooo....oo...”
- Mulai bereaksi terhadap suara/bunyi
Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 3 – 6 bulan
Tumbuh Kembang Bayi Usia 6 – 9 bulan
Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 0 – 3 bulan.
Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.
Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 0 - 3 bulan
- Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang
- Gunakan mainan gantungan yang berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat bayi
- Tatap mata bayi dan ajak tersenyum, bicara, dan bernyanyi
- Menahan kepala tegak
- Meletakkan benda kecil di tangan bayi untuk latihan memegang dan meraba/merasa
- Ajaklah berbicara, sambil tersenyum dan gunakan bermacam suara
- Ajaklah bercermin sambil berbicara dengan bayi, perlihatkan berbagai macam ekspresi
- Menirukan bunyi ocehan bayi
- Mendengarkan berbagai bunyi (suara tv, bernyanyi, kerincingan, lonceng)
- Mengayun dengan lembut didalam selimut dan menina bobokan bayi
Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 3 – 6 bulan:
- Rattle
- Tape/CD player untuk memutar aneka jenis lagu dan musik
- Boneka tangan berwarna cerah
- Sapu tangan berwarna cerah
- Cermin
- Berbagai macam benda bertekstur seperti sisir bayi, handuk lembut, boneka
- Selimut
Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...
Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.
Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.
Jika pada usia 3 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi ke dokter/bidan/perawat yaa Mommies...
Happy playing with your baby, Moms!!

Cover : Designed by Freepik
pic source : pexel.com, freeimages.com
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES














































