Friday, June 9, 2017

Bermain di Taman Flora, siapa takut?


pic : IG hellmi rosadi 

Dear Mommies...

Berjalan-jalan dengan buah hati merupakan salah satu upaya menstimulasi perkembangannya.
Tentunya kita sebagai Ibu juga senang mengajak buah hati kita "cuci Mata" bukan?

Jika sedang dilanda kejenuhan mengunjungi mall, saya sering mencari wahana alternatif lain untuk mengajak Musa "berwisata".



Yap ... Taman Kota adalah salah satu wacana wisata yang disukai anak-anak (dan ibunya). Selain harganya yang murah, karena biasanya free, saat ini banyak Taman kota yang dikelola dengan sangat baik boleh Pemerintah Daerah setempat.


Menikmati wisata "hutan kota" juga mampu menghilangkan kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari, mampu membuat rileks tubuh dan pikiran, serta dapat menghirup oksigen alami ditengah kota yang padat membuat badan menjadi lebih Segar. Eh....itu sugesti saya sendiri sich hehehe.


Salah satu Taman Kota yang ada di Wilayah Kota Surabaya adalah Taman Flora Bratang. Letaknya ada di Jalan Raya Manyar, no. 80A Surabaya.
Posisi Taman Flora Bratang via GPS


Beberapa waktu yang lalu saya mengajak Musa mengunjungi taman tersebut. Tamannya sangat sejuk, rindang, dan nyaman. Jika pengunjung merasa lapar juga tersedia Sentra Kuliner RMI  di samping area Taman. Berbagai macam Jenis makanan tersedia disana, sehingga pengunjung tak perlu khawatir.

Masuk ke Taman Flora Bratang tidak dikenakan biaya Moms alias free. Beberapa fasilitas ditambah oleh Pemkot Surabaya, mulai dari Wahana memberi makan rusa, memberi makan ikan di kolam, sarana bermain anak juga cukup banyak sehingga tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat bermain, area outbound anak untuk melatih ketangkasan, toilet juga tersedia sehingga tak perlu khawatir mengantri, terdapat juga fasilitas musholla. 

Pengunjung bisa memberi makan Rusa

Beberapa fasilitas exercise kita terdapat disana. Bagi yang ingin berolah raga sambil menghirup udara segar, sebaiknya datang di pagi hari.

Alat exercise

Taman Flora Bratang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dulu saya mengenal daerah ini dengan nama Kebun Bibit Bratang. Rupanya sejak Pemkot Surabaya memindahkan kebun pembibitan ke Kebun Bibit Wonorejo, maka daerah tersebut mengalami peralihan fungsi menjadi Taman kota yang cukup cantik dan rimbun.

Terdapat pengelompokan tanaman toga dan tanaman herbal, sehingga dinamakan Taman Toga. Menurut saya konsep penataan Taman tersebut sangat menarik dan rapi. Saya curiga pasti ada campur tangan Bu Risma selaku Walikota Surabaya. Hehehe maklum saya nge-fans beliau sejak menjadi Kepala DKP Kota Surabaya, kota yang tadinya tandus perlahan-lahan dibuat menjadi rimbun dan segar.

Sangkar Burung Raksasa

Pada area taman baca merupakan Perpustakaan Edukasi yang mempunyai berbagai macam koleksi buku-buku. Sayangnya saya tidak sempat memotret, karena sibuk bermain kejar-kejaran dengan Musa *lol*. Juga ada balai pertunjukan yang biasanya digunakan pada hari libur.

Bagi warga Surabaya yang ingin menikmati wisata Taman kota, saya merekomendasikan untuk bermain dengan buah hati Taman Flora Bratang. Jangan lupa membeli kacang panjang untuk wisata edukasi memberi makin Rusa (harga 5000 rupiah sudah cukup banyak) dan memberi pakan agar bisa memberi makan ikan di kolam ikan (harga 1000 rupiah).

Selamat berkunjung Moms.









Monday, June 5, 2017

Melawan Sembilu


Akhirnya "waktu" dan "perjalanan" yang akan menuntun menjadi pribadi yang lebih banyak belajar.

Belajar menjadi kuat akan tempaan,  dan sabar menghadapi ujian.

Belajar memberikan suntikan motivasi kepada orang lain, karena kita pernah gagal, dan merasa sendirian.

Belajar berempati dan simpati, karena kita pernah diperlakukan kurang baik, dikritik dengan pedas tanpa solusi.

Belajar menahan diri mengatakan keburukan orang lain, karena kita pernah merasakan diejek, dibully, dan direndahkan.

Belajar menahan emosi dan menahan diri dari berkata kasar, karena kita pernah dihina dan dicaci maki.

Belajar berani menyatakan pendapat, karena saran kita pernah diabaikan saat terlalu pasif.

Belajar memahami penderitaan orang lain, karena saat kita menderita tak ada yang peduli.

Belajar mesyukuri proses perubahan, karena saat berjuang melewati hal yang berat orang lain hanya pandai bicara
"Kenapa koq belum begini?"
"Kenapa koq belum begitu?"
"Kenapa koq tidak ada kemajuan".

Belajar menjadi pribadi yang lebih baik, karena telah melewati masa-masa sulit, perjalanan yang tak abadi.

Jangan menjadi pribadi yang sebaliknya.

Allah Al Musta'an


Tumbuh kembang Anak 12-24 bulan



Dear Mommies...

Pada bayi yang  berusia 1 hingga 2 tahun biasanya sudah dapat berjalan tanpa bantuan, mulai mengeksplorasi rumah dan sekitarnya.

Saat ini lah bayi akan mulai belajar untuk rmenggerakkan bagian kakinya. Aktivitasnya sangat banyak dan mulai dapat berkomunikasi dengan siapa saja.

Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil yaa Moms.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Moms bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati.

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu


Usia 1 - 2 tahun

  • Anak sudah mulai aktif berjalan tanpa bantuan
  • Mulai tertarik dengan lingkungan sekitar dan mengeksplorasinya
  • Mulai dapat menyusun balok/kubus (bertahap mulai 2-3 balok/kubus hingga 6 kubus)
  • Menunjuk mata dan hidung
  • Mulai belajar makan sendiri
  • Usia 1 tahun, anak dapat mengatakan 5 – 10 kata
  • Menyusun 2 kata dan mulai menyebut kalimat
  • Usia 2 tahun dapat menguasai hampir sekitar 200 kata
  • Anak akan memperlihatkan minat kepada anak lain dan mulai bermain dengan mereka
  • Mulai memperlihatkan rasa ingin tahu, minat dengan yang dilakukan oleh orang dewasa




Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 2 - 3 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 3 - 4 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun. Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.


Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 1 – 2 tahun

Pada usia 12 -18 bulan

  • Berlatih bermain menarik mainan
  • Ajaklah berjalan mundur
  • Berlatih naik turun tangga, berjalan di undakan
  • Ajarkan cara menangkap dan melempar bola
  • Berlatih menyusun balok
  • Ajarkan mencorat-coret di kertas
  • Ajaklah bernyanyi
  • Berlatih memasukkan bola dari wadah satu ke wadah yang lain
  • Ajarkan menyapu, atau aktivitas pekerjaan rumah tangga lainnya
  • Berlatih makan menggunakan tangan sendiri
  • Bermain merawat boneka
  • Membacakan buku cerita, mendongeng untuk si kecil sebelum tidur
  • Bermain telepon-teleponan
  • Ajarkan nama buah-buahan, sayuran
  • Berikan pujian jika anak berhasil melakukan perintah Mommies
  • Ajarkan anak mematuhi peraturan permainan
  • Selalu menggunakan perkataan yang santun


Pada Usia 18 – 24 bulan

  • Mulai ajarkan cara melompat
  • Mulai ajarkan cara berjalan di titian yang lebar untuk menjaga keseimbangan tubuh
  • Berlatih naik sepeda mainan
  • Berlatih menggambar
  • Bermain puzzle
  • Membentuk adonan kue atau membuat playdough
  • Ajarkan menggambar bentuk/wajah
  • Berlatih mengancingkan kancing baju
  • Ajarkan berinteraksi dengan teman saat bermain
  • Bermain rumah-rumahan
  • Bermain masak-masakan
  • Selalu mengajaknya bicara dengan menggunakan kontak mata
  • Berlatih dengan memberi perintah pada si kecil
  • Membacakan buku cerita bergambar, mendongeng sebelum tidur



Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 1 – 2 tahun

  • Mobil-mobilan
  • Bola plastik
  • Mainan plastik
  • Boneka
  • Buku cerita bergambar
  • Telepon mainan
  • Mainan plastik buah dan sayur
  • Mainan alat memasak



Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Moms bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...

Jika pada usia 2 tahun, anak belum bisa melakukan salah satu dari hal diatas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter/bidan/perawat ya Moms.

Selamat bermain Mommies ...







picture source : pexels.com

Friday, June 2, 2017

Kasih Ibu Tak Bertepi dan Tak Pernah Berhenti.



Setelah menikah saya langsung merantau ke ujung Pulau Sumatra, tepatnya tiga hari setelah pesta pernikahan. Semenjak itu saya jarang bertemu keluarga di Pulau Jawa. Kira-kira hampir tiga tahun tidak pulang kampung, karena kondisi sedang hamil dan melahirkan.

Beberapa tahun tidak bertemu keluarga, jangan ditanya bagaimana rindunya. Bersyukur hidup di era digital, setiap saat bisa melakukan video call atau chatting saling memberi kabar. Tentu berkomunikasi secara virtual rasanya amat sangat berbeda dibandingkan jika bertemu secara langsung. Setidaknya bisa mengobati kerinduan berdiskusi dengan Mama.

" Tak ada Ibu yang sempurna akan tetapi Kasih Ibu tak bertepi, rupanya benar adanya."

Di masa perantauan itulah teringat betapa Mama selalu memberikan semangat tanpa lelah. 

Tak ada yang berubah kasih sayangnya setelah saya menikah. Selalu bertanya kabar, penuh perhatian, tetap menjadi guru spiritual yang dengan kelembutan hatinya selalu menenangkan jiwa, selalu nenjadi psikolog yang mau mendengarkan keluh kesah anaknya yang ruwet ini, dan selalu menjadi motivator paling handal yang pernah saya miliki dalam hidup ini. Dan selalu menyuntik semangat untuk menjadi seorang wanita dan seorang Ibu yang kuat. Setiap hari.

Kemampuan multitasking Mama inilah yang membuat semakin merindukannya di kala berjauhan, dan saat tidak ada satupun saudara saya di perantauan.

Terkadang kesibukan mengajar di kampus, serta mengurus keluarga saya mengalami kesulitan berkomunikasi dengan Mama. Tak letih Mama menelpon, meskipun seringkali saya tidak sempat mengangkat langsung. WhatsApp dan Line pun selalu da sapaan Mama setiap hari. Itupun kadang saya jawab, kadang tidak. Juga sering menjawab ketus di kala kelelahan meraja lela.
Ah ... #maafibu ... Sungguh terlalu anakmu.

Seandainya dekat jarak kami, tentu saya akan mengunjunginya sesering mungkin ya? 
Seandainya dekat jarak kami, tentu waktu bermain dengan cucu akan jauh lebih banyak, serta hemat biaya hehehe.

Nasehat-nasehatnya selalu menjadi penyemangat dalam menjalani hari-hari kedepan. Kesabarannya selalu menjadi contoh yang perlu untuk ditiru.
Setelah menjadi seorang Ibu, akhirnya saya sadar bahwa menjadi seperti Mama mungkin saya perlu kemampuan untuk belajar lebih keras.

Tak pernah pilih kasih kepada tiga orang putrinya, semua diperlakukan sama. Tentu dengan "treatment" yang berbeda, karena masing-masing kami punya keunikan tersendiri. Dan hingga detik ini, kami tidak pernah merasa Mama pilih kasih. Hal itu yang selalu beliau tanamkan kepada kami jika satu saat kami punya anak. Semuanya selalu mendapatkan support yang sama, khususnya untuk menyelesaikan pendidikan.

bersama adik-adik dan Mama

Bersyukur sekali tahun ini diperkenankan Allah untuk berkumpul bersama keluarga di Surabaya. Suami mendapat amanah untuk melanjutkan studi, sehingga kami bisa "mudik" maksimal 4 tahun, selepas itu harus bertugas kembali.

Sekarang saya lebih punya banyak waktu bersama Mama. Memasak, belanja, merawat cucu, dan mengajarkan banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui. Saya bangga, beliau adalah Ibu rumah tangga sejati. Tidak pernah nyinyir kepada Ibu yang berkarir. Selalu membuat suasana bahagia di rumah, jarang mengeluh tentang pekerjaan rumah, serta memiliki manajemen waktu yang sangat bagus.


Momen Ramadhan ini menjadi waktu yang tepat untuk mengatakan #maafibu. Memohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga Mama dan Ibu kita semua senantiasa diberikan kesehatan, dan kebahagiaan sehingga mampu membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.


Melalui video kolaborasi Andien dan Anggun, saya sangat terharu terkenang masa-masa bersama Mama, dan kerinduan kepadanya selama jauh di perantauan. Video ini persembahan Pantene dan Downy sebagai balas cinta tulus dari Ibu. Oh iya Kawan-kawan dapat menyaksikan video persembahan Pantene dan Downy di YouTube Pantene Indonesia dan Downy Indonesia melalui link berikut ini  ya http://tiny.cc/maafibu.



Kawan, jangan lupa ikut lomba serta ungkapkan rasa sayang dan cintamu untuk Ibu. Syarat dan ketentuan lomba bisa dilihat di link berikut  bit.ly/KEBMaafIbu


Nah, kalau Kawan punya foto bersama Ibu. Jangan lupa juga untuk memgikuti foto kontes #maafibu di Instagram.

Kawan bisa mendapatkan hadiah special dari Pantene dan Downy bila jadi pemenangnya. Oh iya Periode giveawaynya mulai tanggal 29 Mei hingga 05 Juni 2017.

Dan jangan lupa untuk submit link instagram Kawan di bit.ly/KEB_maafibu ya.

Untuk melihat lebih lengkap syarat dan ketentuan giveaway dapat langsung klik link bit.ly/KEBMaafIbu.

Mari kita bahagiakan Ibu selagi beliau masih bisa membimbing dan mendampingi kita. Karena kasihnya tak pernah bertepi dan berhenti.








Saturday, May 27, 2017

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat datang bulan yang suci..

Bulan yang Indah Untuk bermuhasabah diri..

Semoga kita senantiasa diberikan hati yang tenang dan damai selama beribadah..

Semoga pula kita masih diperkenankan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan berikutnya..

#1hari1inspirasiDay1
#RamadhanbersamaKWI
#KopiWriteIndonesia


Wednesday, May 24, 2017

Tumbuh kembang Bayi 9-12 bulan




Dear Mommies...

Bayi pada usia 9 hingga 12 bulan sudah mulai merangkak, dan belajar berjalan.

Saya memberi nama era baru ini dengan nama “Era Encok”, dimana masa ibu-ibu akan mulai merasakan sakit encok pada pinggangnya

Overall it’s always make me so happy!!!

Pada usia ini biasanya bayi mulai sangat lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, gerakannya juga sudah mulai banyak.

Mommies akan mulai sedikit lelah, karena mulai sering menuntun bayi untuk belajar berjalan.

Kita mulai sering berkomunikasi dua darah dengan Si kecil, interaksi bounding yang intensif akan semakin mengeratkan hubungan dengannya

Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil...apalagi keingin tahuannya sangat besar dan didukung dengan kemampuan merangkak yang sudah mumpuni.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu.



Usia 9 -12 bulan


  • Bayi sudah mulai aktif merangkak
  • Mampu berdiri tanpa dibantu
  • Mampu berjalan dengan dituntun
  • Mulai menyentuh apa saja dan memasukkan benda ke mulut
  • Mulai menirukan suara
  • Mulai mengulang bunyi yang didengarnya
  • Mulai belajar mengeluarkan satu atau dua kata
  • Mulai berpartisipasi dalam permainan
  • Dapat menggunakan sendok untuk menyendok
  • Mulai bisa membolak-balikkan halaman pada buku dengan ibu jari dan jari tengah
  • Mulai memperlihatkan minat yang besar terhadap lingkungan sekitarnya
  • Mulai bisa memegang benda sebesar kacang/kismis dengan menjumput
  • Melempar benda disekitarnya
  • Merespon saat diajak bicara
  • Babbling semakin jelas suaranya 


Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 1 – 2 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 2 – 3 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan.

Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.

Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan

  • Ajaklah belajar berjalan sambil dituntun
  • Mengambil mainan diluar jangkauan
  • Ajarkan memegang dan makan biskuit
  • Ajaklah bermain ciluk Ba
  • Ajarkan bermain bola
  • Berlatih membungkuk
  • Berlatih Memanjat tangga
  • Memasukkan benda kecil ke dalam wadah
  • Menyusun balok/mainan
  • Menggambar
  • Belajar minum dari cangkir
  • Makan bersama anggota keluarga
  • Bercerita sambil melihat buku bergambar
  • Menirukan kata-kata
  • Bermain boneka
  • Bermain susun donat
  • Bernyanyi dan bersenandung
  • Tirukan suara binatang sambil menunjuk gambar binatangnya (buku gambar)
  • Ajari bertepuk tangan
  • Mengejar mainan diantara Bantal / guling
  • Ajarkan menumpuk kardus kecil atau mainan susun
  • Ajarkan bermain sepak bola
  • Bermain aneka tekstur lembut, seperti agar-agar


Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 9 - 12 bulan:

  • Pensil warna dan krayon
  • Puzzle sederhana
  • Kotak susun
  • Bola sepak 
  • Senter
  • Buku bergambar 
  • Kardus kecil
  • Agar-agar
  • Mainan susun donat
  • Kertas warna warni





Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...

Apabila Ada yang dirasa kurang sesuai / Ada keterlambatan tumbuh kembang Si kecil, Segera komsultasikan dengan dokter/perawat/bidan yaa Moms.


Selamat bermain Mommies ...




Cover pic source: freepik.com
Pic source: pexel.com, freeimages.com

Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 tahun




Dear Mommies...

Kehadiran Si kecil ditengah-tengah keluarga tentu menjadi hal baru yang dinantikan yaa.

Segala aktivitas baru menyambut kehadiran buah hati akan semakin meningkat Setiap hari.

Sembari mengamati tumbuh kembangnya Setiap bulan, Mommies jangan lupa juga memantau jadwal imunisasi Si kecil.

Sejak Baby Moo lahir saya mulai membuat catatan jenis-jenis imunisasi apa sama yang diperlukan oleh Baby Moo..yang sudah pernah diterima maupun yang belum.

Untuk mempermudah mengingatnya, saya mencatat dalam bentuk table sehingga mudah untuk dicentang..

Mommies juga bisa membuat sendiri tabel yang lebih mudah diingat serta dapat ditambahkan tanggal dan tempat imunisasi.

Berikut ini saya sertakan tabelnya..tabel ini bisa didapatkan dari website IDAI yaa Moms.


Jadwal Imunisasi Anak 
Usia 0 - 18 tahun
(Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia - IDAI tahun 2017)




Keterangan:

Cara membaca kolom USIA, misal 2 berarti usia 2 bulan (60 hari) s.d 2 bulan 29 hari (89 hari)

Rekomendasi Imunisasi berlaku : Januari 2017

Dapat diakses pada website IDAI (http://idai.or.id/public-article/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html)

a. Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3 (lihat keterangan)
b. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis (lihat keterangan)


Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel

1. Vaksin hepatitis B (HB)

  • Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K, minimal 30 menit sebelumnya.
  • Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1 – 6 bulan.
  • Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda.
  • Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maja jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.


2. Vaksin Polio

  • Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0.
  • Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan.
  • Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster deberikan OPV atau IPV.
  • Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.


3. Vaksin BCG

  • Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan.
  • Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu


4. Vaksin DTP

  • Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu.
  • Dapat diberikan DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain.
  • Apabila diberikan vaksi DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu 2, 4, dan 6 bulan.
  • Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.
  • Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.


5. Vaksin Pneumokokus (PCV)

  • Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali.
  • Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir.
  • Pada anak usia diatas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.


6. Vaksin Rotavirus

  • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥  15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu.
  • Batar akhir pemberian pada usia-24 minggu.
  • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥ 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu.
  • Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.


7. Vaksin Influenza 

  • Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.
  • Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu
  • Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL.
  • Untuk anak usia 36 bulan atau lebih dosis 0,5 mL


8. Vaksin Campak

  • Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR


9. Vaksin MMR/MR

  • Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan).
  • Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.


10. Vaksin Varisela

  • Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bukan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.
  • Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.


11. Vaksin human papiloma virus (HPV)

  • Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun.
  • Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan.
  • Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis.


12 Vaksin Japanese encephalitis (JE)

  • Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut.
  • Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya


13. Vaksin dengue

  • Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Source: 
brosur Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI 2017

Friday, May 19, 2017

Tumbuh kembang bayi 6-9 bulan



Dear Mommies...

Bayi pada usia 6 hingga 9 bulan sudah melakukan banyak sekali aktivitas. Pada usia ini biasanya bayi mulai lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, meskipun masih terbatas geraknya.

Tentu kelelahan Mommies akan terbayar saat bayi kita bahagia dengan berbagai aktivitas :)

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu
Usia 6 - 9 bulan


  • Bayi sudah dapat duduk tanpa dibantu
  • Dapat tengkurap atau berbalik sendiri
  • Mulai merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
  • Merangkak maju dan mundur
  • Mulai memindahkan barang dari tangan satu ke tangan lainnya
  • Mulai bisa meletakkan satu mainan balok diatas mainan balok lainnya
  • Memegang benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
  • Mulai memasukkan kaki kedalam mulut
  • Suka melempar sesuatu
  • Mulai merespon perbedaan warna, dan perbedaan tektur rabaan
  • Sudah mulai babling, mengeluarkan kata-kata tanpa arti “ daaa...baaa..taaa”
  • Mampu bertepuk tangan, dan mencari saat bermain petak umpet
  • Mulai mengenal anggota keluarga dan takut kepada orang asing
  • Mampu makan kue/biskuit sendiri


Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 9 - 12 bulan
Tumbuh Kembang Anak Usia 1 – 2 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 6 – 9 bulan.

Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.

Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 6 - 9 bulan

  • Ajarkan bayi cara untuk duduk, bantu untuk duduk sendiri
  • Ajarkan cara bermain ciluk ba
  • Ajarkan cara memegang dan makan biskuit
  • Ajarkan memegang benda kecil dengan dua jari
  • Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan
  • Usahakan berjalan untuk mencapai sesuatu
  • Latihlah merangkak
  • Ajaklah bicara sesering mungkin, usahakan berhadapan
  • Latihlah mengucapkan maa...maaa, paa...paa
  • Berilah mainan yang aman dipukul-pukul, drum kecil
  • Usahakan mau dan bisa memakai kedua tangan untuk mengambil benda
  • Memasukkan benda ke dalam wadah
  • Belajar mencorat-coret
  • Tirukan suara bayi, komunikasi dua arah
  • Kenalkan berbagai macam suara dan bantu menemukan sumber suara
  • Ajaklah bercermin dan berbicara di cermin, sambil menunjuk bagian tubuhnya
  • Ajak dalam permainan bersama anggota keluarga, seperti bermain kejar-kejaran, naik gunung dari tumpukan bantal, bermain senter



Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 6 - 9 bulan:

  • Buku bergambar
  • Boneka
  • Bola gantung
  • Berbagai mainan plastik
  • Lampu senter
  • Drum atau genderang
  • Es batu
  • Pisang 
  • Kotak susun


Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain. Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jika pada usia 9 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi anda ke dokter/bidan/perawat.

Happy playing with your baby, Moms!!


Tumbuh Kembang Bayi 3-6 bulan



Dear Mommies...

Tiga bulan usia bayi  adalah saat yang paling ditunggu-tunggu karena sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, bayi sudah mulai bisa melihat obyek dengan lebih detil.

 Bayi juga sudah mulai dapat membedakan wajah ayah atau ibunya. Ototnya sudah mulai kuat.

Saat Baby Moo berusia 3 bulan, sudah berani saya bawa kemana-mana..sudah mulai bisa diajak ke mall, jalan-jalan keliling kota.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.
Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu

Usia 3 - 6 bulan




  • Bayi mulai menegakkan kepala 90 derajat, mengangkat dada dengan bertopang dada
  • Bayi mampu menatap mata anda saat diajak bicara
  • Mulai menyentuhkan tangan satu ke tangan lainnya
  • Membalikkan tubuh ke kiri dan ke kanan tanpa dibantu
  • Belajar meraih benda didalam dan diluar jangkauannya, memegangnya lebih kuat
  • Mulai bisa menggerakkan leher ke arah tertentu
  • Mulai menunjukkan tanda-tanda merangkak
  • Lebih mudah membalikkan tubuh dalam posisi tidur
  • Bisa duduk dengan dibantu
  • Mulai tertawa dan menjerit gembira saat diajak bermain, saat melihat mainan yang menarik
  • Mulai dapat berguling dan bermain sambil tengkurap
  • Mulai menirukan bunyi
  • Bisa fokus pada benda berjarak sekitar 1 meter



Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 3 – 6 bulan.

Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.

Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 3 – 6 bulan


  • Seringlah berbicara dengan bayi
  • Perdengarkan berbagai macam bunyi-bunyian
  • Belajar memancing untuk mencari sumber suara
  • Menirukan pembicaraan bayi
  • Gerakkan benda ke kiri dan ke kanan didepan matanya
  • Memangku sambil bernyanyi sambil menggoyangkan tungkai
  • Beri mainan benda yang besar dan berwarna, goyangkan dihadapan bayi
  • Mengajaknya bergoyang dalam gendongan ibu
  • Berguling dengan handuk atau selimut
  • Memancing dengan mainan dihadapannya saat telungkup
  • Meletakkan mainan yang berayun atau berputar di tempat tidur
  • Memberi rangsang menyentuhkan  berbagai tekstur pada tangannya
  • Bermain dorong kaki dan tangan
  • Bermain ciluk ba
  • Bercermin



Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 3 – 6 bulan:

  • Playmate
  • Boneka
  • Mainan yang berwarna
  • Guling
  • Bonek tangan
  • Stroller
  • Bola yang empuk




Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jika pada usia 6 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi anda ke dokter/bidan/perawat ya Moms.

Happy playing with your baby, Moms!!










Cover pic source: freepik.com
pic source : freeimages.com, pexel.com



Thursday, May 18, 2017

Tumbuh Kembang Bayi 0 - 3 bulan




Dear Mommies...

Membicarakan anak tidak akan pernah ada habisnya yaa..

Saya termasuk orang tua yang sangat “heboh” terhadap tumbuh kembang anak, khususnya mengenai cara menstimulasinya...

Ilmunya sangat banyak dan sangat penting untuk diketahui kita sebagai orang tua..termasuk deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang  Moms.

Untuk menunjang informasi mengenai hal ini, biasanya saya bertanya kepada “senior-senior” seperti kawan-kawan yang mempunyai anak seumuran saya, orang tua, keluarga serta browsing dari artikel-artikel di internet, serta membeli beberapa buku bacaan mengenai tumbuh kembang anak.

Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua mengenai milestone perkembangan anak akan saya rangkum disini... 

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA dari Departemen Kesehatan RI atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati... Sekarang juga Sudah banyak tersedia aplikasi sejenis di Google Play store :)

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak

Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu




Usia 0 – 3 bulan


  • Bayi akan mulai belajar mengangkat kepala. 
  • Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
  • Tangannya mulai bisa menggenggam, menahan barang yang dipegangnya.
  • Kepala akan bergerak mengikuti orang yang dilihatnya.
  • Menegakkan kepala jika digendong, mengangkat kepala tegak ketika tengkurap
  • Mulai menggerakkan tangan dan kaki
  • Ingin meraih benda yang dilihatnya
  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh (cooing) “ooo....oo...”
  • Mulai bereaksi terhadap suara/bunyi

Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 3 – 6 bulan
Tumbuh Kembang Bayi Usia 6 – 9 bulan

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 0 – 3 bulan.

 Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.


Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 0 - 3 bulan

  • Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang
  • Gunakan mainan gantungan yang berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat bayi
  • Tatap mata bayi dan ajak tersenyum, bicara, dan bernyanyi
  • Menahan kepala tegak
  • Meletakkan benda kecil  di tangan bayi untuk latihan memegang dan meraba/merasa
  • Ajaklah berbicara, sambil tersenyum dan gunakan bermacam suara
  • Ajaklah bercermin sambil berbicara dengan bayi, perlihatkan berbagai macam ekspresi
  • Menirukan bunyi ocehan bayi
  • Mendengarkan berbagai bunyi (suara tv, bernyanyi, kerincingan, lonceng)
  • Mengayun dengan lembut didalam selimut  dan menina bobokan bayi



Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 3 – 6 bulan:
  • Rattle
  • Tape/CD player untuk memutar aneka jenis lagu dan musik
  • Boneka tangan berwarna cerah
  • Sapu tangan berwarna cerah
  • Cermin
  • Berbagai macam benda bertekstur seperti sisir bayi, handuk lembut, boneka 
  • Selimut

Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain. 

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jika pada usia 3 bulan, bayi belum bisa melakukan minimal salah satu hal diatas, maka sebaiknya konsultasikan bayi ke dokter/bidan/perawat yaa Mommies...

Happy playing with your baby, Moms!!









Cover : Designed by Freepik

pic source : pexel.com, freeimages.com

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES